Translate

Selasa, 31 Mei 2011

SNMPTN : merebut salah satu tiket ke masa depan lebih baik


Hari ini, 31 Mei 2011, lebih dari 540.000an lulusan SMA/SMK mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui ujian tertulis yang akan dilaksanakan sampai tanggal 1 Juni 2011. Jumlah tersebut memperebutkan lebih dari 110.000 kursi di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia.  Artinya akan ada lebih dari 430.000 siswa yang tidak akan tertampung di PTN dan akan kuliah di lebih dari 3000 perguruan tinggi swasta yang ada di seluruh pelosok nusantara. Lima tahun ke depan dunia kerja Indonesia akan diisi oleh lebih dari 500.000 lulusan perguruan tinggi.

Jumat, 27 Mei 2011

Kurangi Diskusi, Lakukan Sesuatu

Gembar gembor perlunya penguatan karakter ke-indonesia-an semakin gencar didiskusikan. Mudah-mudahan tidak hanya sebatas diskusi dan wacana. Apa yang dibutuhkan bangsa ini adalah tindakan konkrit dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.  Kalau tidak, yang terjadi adalah saling menyalahkan, generasi yang menganggap dirinya sudah 'tua' dan sudah banyak 'makan garam' menuduh anak-anak sekarang, generasi muda tidak punya karakter yang dapat membangun kebanggaan sebagai seorang Indonesian. Para penuduh ini lupa kalau merekalah yang justru gagal memberikan keteladanan, gagal menyediakan sebuah role model yang didambakan.  Kemunafikan, kepura-puraan dan prilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme yang ditunjukkan dan diperagakan di panggung kebangsaan hanya membuat para generasi muda semakin tidak percaya dengan apa yang disampaikan para generasi tua tersebut. Berubahlah para orang tua, para pemuka, para tokoh, bersikaplah konsisten, kurangi kepicikan, tunjukkan sikap yang membuat anak muda meyakini bahwa yang anda lakukan memang pantas dijadikan panutan. Anak muda itu berkembang menjadi orang apa yang mereka temui sehari-hari, they are what they see.

Ber-ha pe ria selama rapat.

Risih dan sebel rasanya kalau sedang rapat yang tidak terlalu besar pesertanya, katakan lima sampai sepuluh orang, tiba-tiba salah seorang peserta menerima telpon atau sms dengan nada yang mengganggu konsentrasi orang yang sedang bicara. Apalagi kalau orang tersebut langsung merespon, ngobrol walau bisik-bisik atau segera balas smsnya. Jadi ada dua hal yang mengganggu, pertama nada telpon dan kedua respon terhadap telpon tersebut.  Kenapa tidak di-ring off atau silent-kan saja ? Yang pasti, prilaku seperti ini, tidak hanya tidak sopan (kalau boleh lebih vulgar kurang ajar), tetapi juga mengganggu konsentrasi peserta lainnya.  Yang lebih parah adalah orang yang berprilaku demikian dapat dikatakan atau dianggap tidak menghargai pimpinan rapat, atau peserta lainnya.  Jauh lebih bijak kalau selama jam kerja, dering ha pe dipilih mode yang silent, dengan bantuan getaran, bahkan bila diperlukan selama rapat telpon genggam dimatikan saja.  Jadi kalau ikut rapat, apalagi dengan atasan, fokus pada materi rapat, nggak usah diganggu dengan panggilan telpon. Kalau memang harus terima telpon sebaiknya menyingkir dulu, bicara singkat, untuk memastikan bahwa anda akan telpon segera setelah meeting

Rabu, 25 Mei 2011

dance with the waves..

Setiap orang, dimana saja berada, setiap hari dan bahkan setiap saat pasti merasakan adanya tantangan. Tantangan adalah bahasa positif dari  hambatan. :-).  Pernahkan sesorang benar benar lepas dari tantangan? jawabnya pasti tidak. Kondisi zero stress tidak pernah ada, bahkan sebenarnya sedikit stress justru mendorong produktivitas, mendorong kita semua jadi lebih dewasa, menjadi lebih bijak dalam menyikapi keseharian kita. Lalu bagaimana dengan tantangan tadi? hadapi dan nikmati ! tidak perlu dihindari, karena cepat atau lambat anda pasti akan melewatinya. Anggaplah tantangan itu sebagai ombak kehidupan, berselancarlah di atasnya dan dan tersenyum  menyikapinya.  Ombak pasti akan pecah, kita jangan ikut tergulung dalam pecahan ombak tersebut. Siasati ombak tersebut, kendalikan ombak tersebut, kalau tak mampu berselancar di atasnya mengikuti ombak, bergegaslah menuju ombak, lewati sebelum ombak tersebut pecah. Biar kan ombak pecah di depan kita.. sambil menatap daratan yang ramai dengan kerumunan manusia, daratan yang menyajikan keindahan dan kehidupan.

Senin, 23 Mei 2011

Monday sickness? tuntaskan dalam tujuh menit!

Apa benar kalau Monday sickness itu ada? Kalau pun hal ini terjadi, sepertinya hanya terjadi pada orang-orang  sangat menghargai waktu, efisien dalm bekerja dan kerja tujuh sampai delapan jam per hari, selama lima hari dalam satu minggu, Senin sampai Jum'at. Tapi untuk orang-orang yang ke kantor cuma rutinitas, kerja enam hari dalam satu minggu, cuma mengharapkan gaji bulanan, seperti kebanyakan pegawai negeri sipil, Monday sickness mungkin tidak terasa. Orang-orang dengan produktivitas tinggi lebih mungkin mengalami Monday sickness, sedangkan orang-orang yang memiliki produktivitas rendah, everyday will be the same day, :-), mungkin tidak pernah merasakan Monday sickness. 

Minggu, 22 Mei 2011

Words of the day : 'Happiness'

Happiness does not depend on what we have, but it does depend on how we feel toward what we have. We can be happy with little, and miserable with much (W.D. Hoard).
Kebahagiaan tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi oleh bagaimana kita menikmati apa yang kita miliki. Kita bisa bahagia dengan memiliki sedikit, dan kita bisa sengsara dengan memiliki banyak.

Happiness is a concious choice, not an automatic response (Mildred Barthel).
Kebahagiaan adalah pilihan hidup yang sengaja kita pilih dengan kesadaran untuk bahagia (proaktif), bukan merupakan respon yang spontan (reaktif).

Tapi yang pasti bahwa "kebahagiaan merupakan perjalanan menuju kebahagiaan, bukan tujuan akhir"

Jumat, 20 Mei 2011

PSSI & Kebangkitan Nasional

Peserta kongres PSSI dalam kongres tanggal 20 Mei 2011 kemaren gagal memanfaatkan semangat kebangkitan nasional Indonesia. Padahal pada tanggal tersebut hampir semua kantor-kantor pemerintah memperingati hari kebangkitan nasional dengan upacara bendera. Semangat kebangkitan nasional menuju bangsa yang berdaya saing melalui pembentukan karakter manusia Indonesia tidak mempengaruhi prilaku dan pola pikir kebanyakan peserta kongres tersebut.

Kamis, 19 Mei 2011

Time is a wonderful healer

Thinking more  of the past will get more dissappointment, mengingat kekecewaan masa lalu, hanya akan menambah satu kekecewaan lagi. So pasti, mengapa harus larut dalam kekeliruan dan kesalahan. Keduanya bukan akhir dari segalanya, justru dengan kesalahan kita akan mampu berbuat dengan benar untuk hal yang sama. Meskipun berbuat benar tidak harus selalu diawali dengan berbuat kesalahan.

Rabu, 18 Mei 2011

Antrian Beli Garam

Sulit membayangkan kalau kita suatu saat nanti harus antrian di warung atau di depot untuk membeli garam penyedap bahan masakan kita.Tapi hal itu bukan tidak mungkin untuk tidak terjadi. Bayangkan saja di negeri penghasil minyak kita harus rela dan ikhlas untuk antrian beli minyak tanah, premium, solar... dan bahkan pertamax.

Selasa, 17 Mei 2011

Pengumuman hasil SNMPTN jalur Undangan 2011

Lulusan SMA/SMK yang baru saja lulus Ujian Nasional dan Ujian Sekolah yang telah mendaftarkan diri untuk ikut SNMPTN jalur Undangan akan dapat melihat pengumuman hasil SNMPTN 2011 jalur undangan secara lengkap dapat dilihat di laman SNMPTN (http://www.snmptn.ac.id)
Mudah-mudahan anda sukses.

Senin, 16 Mei 2011

someone may return to the place where he was born, but he will never be able to go back to his youth

Sewaktu  es em a dulu, awal tahun delapan puluhan, saya terkesan dengan pribahasa 'someone may return to the place where he was born, but he will never be able to go back to his youth'. Pribahasa ini memang mendorong saya untuk senantiasa berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap situasi dan tanggungjawab yang ada.  Sabar, bukan 'saya'nya yang akan ditulis, :-). Tidak juga bagaimana pengaruhnya terhadap diri saya yang akan disampaikan, tetapi sekedar untuk berbagi pemahaman  (yang kecil) kepada pembaca muda. 

Rabu, 11 Mei 2011

Kuliah : Tentukan pilihanmu!

‘Kuliah la nak, kami akan membiayai mu! yang penting kamu senang nanti dan bahagia. Kuliahlah pada jurusan yang kalau setelah lulus gampang dapat pekerjaan, bayarannya bagus.  Untuk apa kuliah kalau nanti tidak dapat cari uang….’.  Barangkali hal itu yang sering menjadi bahan diskusi antara orang tua dan anaknya yang akan menamatkan SMA. Anak diarahkan untuk kuliah pada jurusan yang mempunyai kompensasi ekonomis yang bagus di kemudian hari. Pragmatisme semacam inilah yang berkembang di masyarakat yang lalu mendorong kita semua menjadi konsumtif. Kalau banyak kita berpilaku konsumtif, tentu kita akan menjadi bangsa yang mengimpor segala sesuatunya untuk hal-hal yang bahkan sangat sederhana (misalkan garam dapur…).  Menjadi tergantung dengan bangsa lain.

Selasa, 10 Mei 2011

Pindah Partai? biasalah...!

Gonjang ganjing pemilukada di negeri ini sering membuat orang lupa berbagai keperihan dan tantangan hidup yang harus ditaklukkan. Lupa sesaat akan tujuan dan target-target harian hanya semata untuk ikut memeriahkan pesta demokrasi yang dianggap hak setiap orang. Segmen masyarakat seperti ini biasanya merupakan bagian dari masyarakat kita yang sedang mencari kepastian untuk mencari ketenangan secara ekonomis. Jumlahnya sangat banyak, bahkan puluhan juta untuk skala nasional. 

Sabtu, 07 Mei 2011

Haruskah Senantiasa ke Pulau Jawa ?

Tidak aneh kalau semua orang di Indonesia mau dan berbondong-bondong untuk tinggal di Pulau Jawa. Jangankan orang-orang yang berpendidikan, orang-orang yang kurang berpendidikan juga  mau ke sana,  karena semua orang tahu kalau di sana tempatnya cari uang. Tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi Indonesia memang berpusat di Jawa. Infrastruktur di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan dari Indonesia Timur hampir semuanya diarahkan untuk mendukung kesuksesan pulau Jawa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, industri, dan aspek ke-Indonesia-an lainnya.

Lakukan yang terbaik !

Ingat pepatah 'time flies like an arrow'?. Mungkin kita semua kadang tanpa sadar, kalau sesungguhnya urusan kita adalah urusan waktu. Begitu banyak kesempatan yang semestinya kita manfaatkan untuk merubah diri sendiri dan orang lain, dan bahkan masyarakat kadang menjadi tidak efisien dan tidak optimal hanya ikta keliru dalam memanfaatkan waktu. 'Waktu tertentu', misalkan pukul 18.59 tanggal 7 Mei tahun 2011 hanya 'melintas' sekali saja. Waktu tersebut tidak akan pernah terulang lagi, karena memang belum ada mesin waktu yang memungkinkan seseorang kembali ke masa lalunya.

Kamis, 05 Mei 2011

Pengetahuan dan Kehidupan

Bisa dibayangkan ketika ilmu dan pengetahuan yang dimiliki seseorang hanya menjadi hiasan dan asesoris belaka? Yang terjadi adalah eksploitasi ilmu dan pengetahuan untuk kepentingan individu dan kelompok, tanpa memikirkan dampak buat orang lain dan lingkungannya.  Seseorang yang lebih berilmu dan lebih berpengetahuan memiliki peluang yang sangat menentukan untuk memaksakan syahwatnya untuk mengambil keuntungan terhadap situasi yang ada di sekitarnya. Keduanya harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam bertindak dan bersikap. Jika tidak kesemrawutan dan ketidaknyamananlah yang akan terjadi.

Rabu, 04 Mei 2011

Pendidikan Karakter

Jargon di atas sangat sering kita dengar dalam dua tahun terakhir di berbagai media massa, disampaikan di berbagai kesempatan oleh pihak-pihak yang memang peduli akan perlunya sebuah karakter ke-Indonesia-an yang harus dimiliki oleh setiap insan Indonesia agar mampu berdaya saing dalam pergaulan masyarakat internasional.  Karakter jangan dibangun secara pamrih dibangun hanya untuk memiliki daya saing yang lebih baik, tetapi sangat diperlukan agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan tentram, produktif, dan kondusif untuk mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik dengan cara-cara yang bermartabat, tanpa harus meninggalkan sisi kemanusiaan seseorang.

Minggu, 01 Mei 2011

Ujian nasional dan otonomi daerah (bagian pertama).

Mudahan-mudahan tujuan mulia pelaksanaan ujian nasional untuk penentuan kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA (dan sederajat tentunya) dapat tercapai dengan baik. Mudah-mudahan memang tersedia potret kualitas secara nasional.  Kita barangkali tidak usah berdebat lagi soal instrumen ujian yang nyata-nyata tidak dapat fit for all. Sekolah yang ada dipelosok Papua diuji dengan materi yang mirip-mirip (atau sama) dengan untuk sekolah unggulan di Jakarta. Mungkin kita juga tidak perlu berdebat soal bagaimana usaha gigih dari guru, sampai kepala daerah agar persentase kelulusan siswanya tinggi. Berdebat soal partisipasi oknum guru gara siswanya lulus mungkin sesuatu hal yang boleh tidak kita diskusikan.  Kalau kita percaya dengan instrumen dan mekanisme hukum yanag berlaku, biarlah semua pelanggaran yang terjadi diproses secara hukum.  Diproses dengan sebenar-benarnya, sampai akar-akarnya, jangan cuma dijadikan isu alihan untuk menutupi persoalan yanag sudah lebih dahulu harus diselesaikan.