Translate

Rabu, 04 Mei 2011

Pendidikan Karakter

Jargon di atas sangat sering kita dengar dalam dua tahun terakhir di berbagai media massa, disampaikan di berbagai kesempatan oleh pihak-pihak yang memang peduli akan perlunya sebuah karakter ke-Indonesia-an yang harus dimiliki oleh setiap insan Indonesia agar mampu berdaya saing dalam pergaulan masyarakat internasional.  Karakter jangan dibangun secara pamrih dibangun hanya untuk memiliki daya saing yang lebih baik, tetapi sangat diperlukan agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan tentram, produktif, dan kondusif untuk mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik dengan cara-cara yang bermartabat, tanpa harus meninggalkan sisi kemanusiaan seseorang. 
Lalu, apa bisa pendidikan karakter dibangun oleh lembaga-lembaga yang tidak berkarakter ? Lembaga tersebut dapat saja sebuah keluarga, kelompok masyarakat atau lembaga pendidikan yang sangat diharapkan mampu mendidikan peserta didiknya untuk menjadi manusia Indonesia yang lebih berkarakter. Keluarga harus menjadi sebuah keluarga yang berkarakter, karena keluarga yang paling bertanggungjawab akan tumbuh dan berkembangannya karakter setiap individu dalam masyarakat. Lembaga pendidikan harus mampu memberikan gambaran bahwa seluruh proses penyelenggaraannya mampu menunjukkan karakteristis yang berkarakter.  Peserta didik akan mungkin menjadi lebih berkarakert kalau dididik oleh pendidik yang berkarakter.  Menjadi pendidik yang berkarakter tidaklah mudah, apalagi kalau prosesnya untuk menjadi seorang pendidikn ditempuh melalui cara-cara yang tidak berkarakter.  Belum lagi, tontonan peserta didik di luar kegiatan belajar yang lebih banyak menyajikan cara-cara atau contoh-contoh yang tidak berkarakter. Banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang jauh dari suatu keteladanan yang mampu membuat nilai-nilai masyarakat terdorong untuk menjadi lebih berkarakter. Seseorang akan mampu menjadi lebih berkarakter jika apa yang dialaminya memberikan nilai-nilai kebenaran yang terjadi secara tulus.
Memiliki nilai-nilai kebenaran merupakan kunci bagi seseorang untuk menjadi berkarakter.  Berusaha untuk melakukan sesuatu secara benar dengan ketulusan dan keberanian yang konsisten akan menghasilkan karakter individu yang mampu berdaya saing.   Tebarlah kebaikan, semailah kebenaran dan peliharalah keduanya dengan tulus dan konsisten.  Karena dengan demikianlah karakter masyrakat akan tumbuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar