Translate

Rabu, 11 Mei 2011

Kuliah : Tentukan pilihanmu!

‘Kuliah la nak, kami akan membiayai mu! yang penting kamu senang nanti dan bahagia. Kuliahlah pada jurusan yang kalau setelah lulus gampang dapat pekerjaan, bayarannya bagus.  Untuk apa kuliah kalau nanti tidak dapat cari uang….’.  Barangkali hal itu yang sering menjadi bahan diskusi antara orang tua dan anaknya yang akan menamatkan SMA. Anak diarahkan untuk kuliah pada jurusan yang mempunyai kompensasi ekonomis yang bagus di kemudian hari. Pragmatisme semacam inilah yang berkembang di masyarakat yang lalu mendorong kita semua menjadi konsumtif. Kalau banyak kita berpilaku konsumtif, tentu kita akan menjadi bangsa yang mengimpor segala sesuatunya untuk hal-hal yang bahkan sangat sederhana (misalkan garam dapur…).  Menjadi tergantung dengan bangsa lain.
Ada yang lebih bijak dan agak normatif dalam melepaskan anaknya untuk kuliah dan  berpesan ‘kuliah la nak, cari lah ilmu. Karena dengan ilmu hidup kamu akan lebih mudah. Kamu akan jadi bijak dalam menghadapi persoalan dan tuntutan hidup’. Ada juga yang lebih otoriter. Anak dipaksakan untuk kuliah pada jurusan yang ditentukan orang tuanya.  Alasannya sederhana, kalau tidak kedua orang tuanya berfikir itu yang paling bagus untuk anaknya, maka keduanya membebankan anaknya untuk kuliah pada jurusan yang keduanya tidak mampu untuk kuliah pada jurusan tersebut. Kalau ini yang terjadi , maka anak  hanya akan mencarikan selembar ijazah untuk kedua orang tuanya. Tidak hanya itu, ketiga model di atas juga akan mendorong tumbuhnya prilaku dimana ilmu pengetahuan hanya menjadi aksesoris kehidupan, hanya menjadi simbol status seseorang. Ilmu pengetahuan akan tercerabut dari kehidupan masyaraka meninggalkan nilai-nilai hakiki dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Anak yang beruntung adalah anak yang diberi kebebasan untuk memiliih jurusan yang diinginkannya. Anank yang beruntung adalah anak yang didukung secara penuh oleh kedua orang tuanya untuk menjalankan pilihannya. Anak yang beruntung adalah anak yang dijaga oleh kedua orang tuanya agar senantiasa berjalan dalam lorong kehidupan yang  lebihbaik, dimana dinding-dindingnya penuh dengan nilai-nilai kehidupan, penuh dengan prinsip-prinsip kebenaran, dinding yang jauh dari inspirasi manipulatif, kemunafikan, kepicikan dan egoisme.

Jika anda (baru tamat SMA dan) mau kuliah.. pilihlah jurusan yang memang anda minati. Minat yang kuat akan menimbukan kecintaan terhadap ilmu yang dipelajari. Penguasaan ilmu yang baik akan menimbulkan sikap bijak dan produktif dalam hidup. Anda akan menjadi pribadi-pribadi yang bermakna dan berkarakter, dan tentu saja bahagia. Anda pasti akan bertanggungjawab dengan pilihan yang anda buat untuk menjadi pribadi yang bahagia.

1 komentar:

  1. betul tu. kadang-kadang bila tersalah pilih boleh merugikan masa depan..

    BalasHapus