Translate

Sabtu, 28 Januari 2012

Ciri Pecundang : Bangga dengan masa lalu

Dinamika kehidupan yang bergerak dalam semua lini dan semua aspek kehidupan berlangsung sangat cepat. Semua orang dituntut untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan itu sendiri. Seperti kata orang bijak, tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Ketika kita ketinggalan dan tak mampu mengikuti perubahan yang terjadi di sekitar kita, apalagi yang berkaitan langsung dengan profesi kita, maka kita akan semakin sulit memenangkan keadaan. Demikian juga dalam sebuah komunitas, misalkan komunitas kampus atau komunitas para musisi.
Perubahan yang terjadi dalam sebuah komunitas sangat menentukan dinamika dan interaksi dalam komunitas tersebut. Ketika perubahan terjadi, pasti ada sekelompok orang yang tertinggal dan tak mampu bergerak sesuai dengan irama perubahan.  Ketidakajegan inilah yang menimbulkan dinamika sosial atau dinamika organisasi, dan kalau dibiarkan akan menjadi suatu elemen yang mengganggu produktivitas organisasi atau komunitas.

Para pecundang cenderung bernaung dibalik kisah sukses masa lalu, membanggakan eranya yang sudah nyata-nyata tidak relevan dengan kekinian.  Biasanya mereka menyuarakannya cerita lama cukup lantang, dan menonjolkan peran mereka dalam kisah suskes masa lalu. Mereka tidak bosan-bosannya memandang kekinian dan masa depan dengan perspektif masa lalu, meski mereka buka pelaku dibalik cerita lama itu.  Kadang-kadang mereka cenderung bernostalgia tentang masa lalunya, tanpa berbuat banyak untuk memperbaiki kinerja organisasi di masa kini untuk menaklukan masa depan yang lebih banyak tantangannya. 

Kalau hal ini terjadi di perusahaan-perusahaan, mungkin akan dapat dengan gampang dipensiunkan saja, atau bahkan dikeluarkan saja orang-orang seperti ini.  Tetapi kalau hal ini terjadi lembaga pemerintah, tentu agak sulit untuk menyingkirkan orang-orang seperti ini. Pelihara saja, beri mainan, beri wadah dan ruang, beri waktu untuk mereka bernostalgia.  Para manajer atau pimpinan cukup dengar dan lihat saja, tidak usah terlibat dan berinteraksi langsung. Kalau ada yang positif, jadilkan masukan untuk memperbaiki kinerja organisasi. Kalau tidak ada, biarkan mereka dengan keasyikannya sendiri.  Tidak usah khawatir kalau kesukaan para pencundang untuk bernosltagia akan mempengaruhi kinerja yang muda-muda.  Yang muda-muda pasti punya visi, pasti punya keinginan untuk berprestasi, pasti punya kemampuan untuk melihat para pecundang tersebut memang pecundang.  Junior yang tolol saja yang mau terprovokasi dengan kelantangan pecundang dalam ketidakmampuan mereka mengukuti perubahan.

1 komentar:

  1. q seperti merasa tertampar. astaghfirullahal'adzim. ampuni hamba ya Allah jika hamba selalu berpikiran negatif

    BalasHapus