Translate

Minggu, 30 Juni 2013

Know The Many Benefits Of Laughter


by Steven K. Conlan

True to the age old proverb of laughter being the best medicine, this uncomplicated expression of glee has many benefits. Here we glance at how laughter can assist your wellbeing and why you must luxuriate in it each day.

The 1st and foremost advantage of laughter is that it assists enhance general fitness. It's because of this, that many yoga poses incorporate laughter. There are a number of researches and reports that opine that laughter could enhance your fitness in more than just one manner. It augments the pumping of blood, increases the circulation of o2 and boosts your immunity mechanism. As a result, your general fitness is certain to increase.

Quite surprisingly, laughter could reduce blood pressure as well. Many researches have proved that people fighting with blood pressure laugh very rarely. Almost always anxiety is the leading cause of health troubles such as hypertension. This is where laughter comes to your aid. It alleviates stress which subsequently regularizes the blood pressure readings to a brilliant extent.

Rabu, 26 Juni 2013

Menuju Ketinggian


Sungguh merupakan suatu keberuntungan bagi orang yang dapat menikmati sensasi dan pemandangan ketika berada di ketinggian. Jika duduk di bagian jendela pesawat dan melihat keluar, tidak hanya bentuk dan sebaran awan saja yang dapat kita lihat dan nikmati, tetapi juga bentang alam yang begitu indah dan menakjubkan. Situasi itu mampu memberikan sensasi tersendiri, sesuai dengan persepsi kita, dan pada akhirnya mengakui kebesaran Illahi dan lantas membuat diri merasa tidak memiliki apa-apa di hadapan Sang Pencipta. Kita juga akan menemukan sensasi yang serupa daripemandangan ketika kita berada di atas menara dan di puncak gunung.  Berada di ketinggian yang lebih memberikan peluang bagi seseorang untuk melihat apa yang terjadi di sekitarnya dengan lebih konprehensif.
Menuju ketinggian, misalkan dalam hal ini, menuju puncak gunung memang merupakan perjalanan yang melelahkan. Demikian juga dengan menggapai cita-cita dan impian. Semuanya memerlukan waktu, memerlukan energi, memerlukan komitmen dan integritas, dan tentu saja memerlukan keputusan untuk mencapainya.  Ada orang yang dengan sengaja memutuskan untuk berhenti menuju ketinggian. Ada juga yang memutus untuk terus mendaki menuju ketinggian. Ada juga orang berhenti sejenak, lalu melanjutkan perjalanan menuju ketinggian. Semuanya adalah keputusan. Keputusan untuk terus atau berhenti mendaki juga memerlukan perhitungan dan rencana serta kesiapan yang matang. Kalau tidak akan tergelincir dan bahkan jatuh sebelum mencapai tujuan. Integritas dan komitmen terhadap nilai kebenaran juga sangat penting untuk mencapai ketinggian.

Sabtu, 08 Juni 2013

Cari Perhatian untuk Menutupi Kegalauan

Sering kita melihat bagai mana orang, misalkan di bandara, berbicara dengan keras, bahkan tertawa dengan terbahak-bahak, tanpa memikirkan bagaimana terganggunya orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang seperti itu sebenarnya sedang menutupi kegelisahannya dan berusaha untuk menenangkan dirinya. Apalagi jika orang tersebut tertawa sambil melihat kiri dan kanan seolah-olah mempertegas kehadirannya dalam kerumuman publik. Dengan bertindak demikian, orang tersebut mungkin saja dapat segera merasa menjadi bagian dari lingkungan barunya. Prilaku seperti itu juga sebenarnya juga menunjukkan bahwa orang tersebut sedang mengalami perasaan kurang percaya diri, sehingga berusaha untuk ‘menaklukkan’ lingkungan barunya dengan bersikap attractive, menunjukkan keberadaannya, dan agar mampu berusaha untuk menyesuaikan dengan lingkungan barunya. Ironinya, ekspresi yang dikeluarkan malah mengganggu orang lain di sekitarnya. Kita dapat saja merasa terganggu terhadap situasi seperti itu. Tetapi sebenarnya kita juga harus merasa iba kepada orang tersebut, karena ia sedang mengalami situasi inferior. Karena situasi seperti itu terjadi di tempat umum, sebaiknya kita menyingkir saja dari orang-orang yang berbicara dengan keras dan tertawa terbahak-bahak tersebut, apalagi disertai dengan celingak celinguk provokatif. Mengingatkan mereka agar tidak mengganggu orang lain hamper dipastikan tidak ada gunanya, karena orang-orang yang sedang merasa inferior atau minder biasanya bersikap defensive dan cenderung aggressive.

Rabu, 05 Juni 2013

Kekuatan harapan, do'a dan semangat

Setiap hari manusia bangun dari tidurnya, ada yang sejak fajar menyingsing, bahkan ada yang terbangun oleh deraan sinar matahari pagi. Matahari senantiasa terbit, tidak peduli manusia masih tidur atau sudah bangun. Begitu juga kehidupan setiap orang yang harus terus berlanjut selama manusia itu hidup. Setiap orang bangun dari tidurnya disertai harapan dan rencana untuk mengisi harinya. Mewujudkan rencana tersebut, berbagai masukan disiapkan, materi, tenaga dan harapan itu sendiri. Teruslah berharap, teruslah berupaya untuk mewujudkannya, jangan lupa berdoa tentunya. Harapan dan do'a merupakan dorongan internal yang luar biasa pentingnya dalam mencapai harapan itu sendiri. Keduanya mampu menaklukan ketiadaan fasilitas dan pendukung lainnya. Kata orang bijak, fasilitas boleh terbatas, tapi kreativitas jangan sampai terbatas. Harapan dan do'a mampu mendorong seseorang untuk kreatif dalam mencapai tujuannya. Keduanya juga mampu melahirkan semangat untuk terus berusaha. Ya, semangat!. Kemajuan dalam usaha dan pekerjaan setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, dan setiap waktu membutuhkan semangat. Jangan pernah mengkombinasikan harapan, do'a dan semangat dalam berusaha, dalam bekerja, dalam belajar, dalam mengisi keseharian kita. Ketiganya mampu melahirkan optimisme dalam menjalankan pekerjaan dan kehidupan agar berhasil dan memberi manfaat kepada banyak orang, tidak hanya pada diri sendiri. Laptop, buku, dan bahkan uang boleh tinggal ketika akan pergi kerja, tapi jangan pernah meninggalkan ketiganya.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kerelaan dalam sepak bola

Lagi-lagi tentang sepak bola. Permainan ini tidak hanya kadang mampu menghibur penontonnya lewat atraksi individu dan kerjasama tim yang mengundang decak kagum, tetapi juga mampu memberikan pelajaran akan pentingnya sebuah kerelaan dan keikhlasan. Sering kita melihat bagaimana seorang pemain yang dengan kooperatifnya memberikan umpan kepada temannya yang relatif lebih berpeluang dalam melesakkan bola ke gawang lawan untuk menjadi gol. Kerelaan seperti ini membutuhkan integritas yang tinggi dengan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan populeritas individu. Sering juga, sebaliknya, kita disuguhi tontonan dimana seorang pemain yang memaksakan aksi individunya dengan melindas kepentingan tim lalu gagal melesakkan bola ke gawang lawan. Bahkan kadang lebih ironis lagi sesekali kita disuguhi tontonan dimana seorang pemain meluluhlantakkan kesempatan rekan setimnya untuk memasukkan bola ke gawang lawan dengan merebut bola yang sudah hampir pasti dapat dilesakkan rekannya hanya karena karena sudah disepakati tim bahwa ia harus menjadi pencetak gol. Bayangkan kalau bola yang direbut tidak dilesakkan dengan baik, pasti penyesalan pemain lainnya, pelatih dan bahkan pendukung fanatik tim yang mencuat. Semestinya setiap pemain harus mampu bersikap jujur terhadap diri sendiri tentang siapa yang paling berpeluang menciptakan gol, tanpa harus memaksakan penugasan pelatih, apalagi hanya untuk menuntaskan target individu.