Translate

Sabtu, 01 Juni 2013

Kerelaan dalam sepak bola

Lagi-lagi tentang sepak bola. Permainan ini tidak hanya kadang mampu menghibur penontonnya lewat atraksi individu dan kerjasama tim yang mengundang decak kagum, tetapi juga mampu memberikan pelajaran akan pentingnya sebuah kerelaan dan keikhlasan. Sering kita melihat bagaimana seorang pemain yang dengan kooperatifnya memberikan umpan kepada temannya yang relatif lebih berpeluang dalam melesakkan bola ke gawang lawan untuk menjadi gol. Kerelaan seperti ini membutuhkan integritas yang tinggi dengan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan populeritas individu. Sering juga, sebaliknya, kita disuguhi tontonan dimana seorang pemain yang memaksakan aksi individunya dengan melindas kepentingan tim lalu gagal melesakkan bola ke gawang lawan. Bahkan kadang lebih ironis lagi sesekali kita disuguhi tontonan dimana seorang pemain meluluhlantakkan kesempatan rekan setimnya untuk memasukkan bola ke gawang lawan dengan merebut bola yang sudah hampir pasti dapat dilesakkan rekannya hanya karena karena sudah disepakati tim bahwa ia harus menjadi pencetak gol. Bayangkan kalau bola yang direbut tidak dilesakkan dengan baik, pasti penyesalan pemain lainnya, pelatih dan bahkan pendukung fanatik tim yang mencuat. Semestinya setiap pemain harus mampu bersikap jujur terhadap diri sendiri tentang siapa yang paling berpeluang menciptakan gol, tanpa harus memaksakan penugasan pelatih, apalagi hanya untuk menuntaskan target individu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar