Translate

Jumat, 09 Agustus 2013

Waspadai Pelecehan Al-Qur’an melalui Perangkat Komunikasi


Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi mempermudah kehidupan manusia dalam kesehariannya.  Hampir semua urusan dan kebutuhan, apalagi informasi dan ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat. Tidak hanya itu, bahkan mengaksesnyapun sudah tidak menggantungkan pada ruang dan waktu tertentu. Ironi pemanfaatan kemajuan teknologi informasi ini juga terjadi, salah satunya, dalam bagaimana masyarakat belajar, membaca, mendengarkan dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an.  
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perangkat komunikasi saat ini, apakah telepon genggam, komputer (PC, netbook dan Laptop), atau smart phone dengan berbagai merek dagang dapat dilengkapi dengan fasilitas menyimpan Al-Qur’an secara utuh.  Bahkan berbagai peralatan tersebut dapat digunakan untuk mengakses situs tertentu agar seseorang dapat belajar, membaca, dan mendengarkan Al-Qur’an.  Seseorang dapat dengan mudah melakukannya, kapanpun dan dimanapun.   Ruang dan waktu bukan menjadi hambatan bagi seseorang lagi, yang penting ada kemauan untuk belajar, membaca, mendengarkan dan memahaminya.  Namun demikian,  justru dengan kemudahan seperti inilah aspek etika dan adab memperlakukan kitab suci menjadi sesuatu yang harus dipertanyakan. 
Perangkat teknologi yang digunakan untuk belajar, membaca, mendengarkan dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an semestinya tidak dicampuradukkan dengan penggunaan perangkat tersebut dengan tujuan lain. Bayangkan jika perangkat tersebut dikantongi dan secara rutin dibawa masuk ke dalam kamar mandi?. Apakah merupakan suatu tindakan yang benar jika perangkat yang sama juga digunakan untuk mengakses situs-situs porno? Atau perangkat yang sama digunakan untuk berjudi dalam jaringan?. 
Ummat Islam perlu mecegah hal ini supaya tidak terjadi secara luas dalam masyarakat kita,  agar orang tidak terjebak dalam tindakan pelecehan terhadap kesucian Al-Qur’an. Pastikan perangkat yang digunakan hanya untuk keperluan belajar, membaca, mendengarkan dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an.  Pemerintah melalui lembaga yang relevan perlu mengingatkan masyarakatnya agar tidak terjebak dalam tindakan yang dapat merendahkan posisi Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.  Perusahaan yang menjual perangkat teknologi seperti ini juga harus memastikan agar penggunaan Al-Qur’an digital harus memperhatikan adab memperlakukan Al-Qur’an. Jika tidak, maka kemajuan teknologi informasi yang dicapai manusia hanya akan menghancurkan kesucian Al-Qur’an, hanya akan menjadikan kitab suci ini sebagai bahan pajangan, sebagai aksesoris kehidupan yang posisinya tidak lebih dari games atau aplikasi lainnya. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar