Translate

Senin, 22 Juli 2013

Apa yang Salah dengan Masyarakat Kita ? : Semua Dapat Diatur


Masyarakat kita sudah sangat percaya bahwa semua kesempatan, semua aturan dan semua seleksi dapat diatur. Semuanya dapat direkayasa, semuanya dapat dikendalikan sesuai dengan keinginan otoritas.  Masyarakat kita sudah sangat percaya bahwa semua aturan dapat diakali, dapat dicari pembenaran hukumnya untuk menutupi kejahatan. Masyarakat kita juga sudah sangat percaya bahwa semua proses  seleksi hanyalah sebuah sebuah formalitas belaka untuk memperoleh sebuah justifikasi.
Menyedihkan memang. Karena semua keyakinan tersebut tumbuh melalui proses panjang dan meluas di masyarakat. Masyarakat sudah hampir tidak percaya lagi bahwa masih ada berusaha untuk melakukan sesuatu dengan benar. Melakukan sesuatu dengan benar justru diyakini sebagai suatu kekeliruan, dan bahkan dianggap menghambat pembangunan.  Logika mayoritas yang keliru justru yang mendominasi cara pandang masyarakat. Kegalauan dan ketidakpercayaan diri masyarakat lalu justru membuat masyarakat terjebak dalam arus keyakinan dan tindakan yang menyesatkan, merugikan masyarakat sendiri, menyuburkan hedonisme, memperlebar jarak kesejahteraan antara si miskin dengan si kaya, dan berbagai akibat sosial lainnya. Keyakinan seperti ini akan menjadi beban masyarakat,  akan menjadi beban bangsa, akan menjadi beban peradaban.
Banyak masyarakat kita yang dengan santainya menggunakan istilah-istilah yang mengarah pada mengajak orang lain untuk melakukan tindakan untuk mengambil keuntungan dari tanggungjawab sosial yang dimiliki. Tidak ada lagi keraguan, perasaan risih dalam berdiskusi bagaimana sebuah nilai luhur, nilai kebenaran, dipreteli perlahan-lahan sampai muncul sebuah tindakan manipulatif yang merugikan dan merendahkan sisi manusiawi masyarakat.  
Rekonstruksi tata nilai masyarakat memang harus dilakukan, untuk menghilankan semua prilaku munafik, nepotis, korupsi, kolusi. ANda harus memulai dari diri sendiri, ajak keluarga dan orang di sekitar anda. Bertahanlah dengan tata nilai luhur, karena itulah yang akan membuat hidup lebih bahagia.

1 komentar:

  1. Alami, manusiawi, naluriah manusia ingin mencapai keinginannya... sampai disitu belum jadi masalah. Pemaksaan kehendaklah yg bikin jd masalah. Dengan pemaksaan bisa melanggar rambu-rambu, janji, kesepakatan, aturan-aturan yg telah di buat bersama atas dasar kebijaksanaan.
    Beberapa orang telah memikirkan nasib orang banyak (masyarakat), dan beberapa orang masih memikirkan diri sendiri. Ini tidak hanya terjadi pada masyarakat kita.
    Menjadi bijaksana memang sulit. Salut buat Bapak atas tulisannya. Keep believe, keep smile :-)

    BalasHapus