Translate

Rabu, 17 Juli 2013

Apa yang Salah dengan Masyarakat Kita? : Membeli Amanah

Aneh memang, tapi itulah yang sering terjadi dalam masyarakat kita dalam banyak kesempatan. Salah satu contohnya adalah dalam upaya menjadi seorang anggota dewan, menjadi kepala daerah, menjadi pejabat, menjadi kepala desa, atau menjadi apa saja yang merupakan representasi dari masyarakat.  Semestinya amanah atau kepercayaan masyarakat itu diperoleh karena masyarakat memang melihat seseorang itu pantas untuk diberi amamah, untuk diberi tanggungjawab, baik karena prestasi, pengalaman, ketrampilan khusus, komitmen, integritas, kejujuran. Sangat lazim kita dengar obrolan khalayak, atau baca di koran tentang bagaimana seorang calon anggota legislatif atau kepala daerah diisukan mengeluarkan uang untuk mendapatkan suara, benar-benar beli suara, agar terpilih. Proses beli suara ini bak gayung bersambut. Banyak anggota masyarakat yang akhirnya bersikap ambil uang dari semua kandidat, persoalan memilih persoalan kedua.  Bahkan disinyalir, banyak uang dari para kandidiat tidak benar-benar dikeluarkan oleh ‘sales’ nya untuk disampaikan kepada pemberi suara.  Aneh memang, pembeli suara memneli suara melalui orang-orang kepercayaannya. Ada anggota masyarakat yang memang mau menjual suaranya kepada satu kandidat saja. Ada juga yang ambil semua uang dari semua kandidat. Ada juga orang kepercayaan kandidat malah tidak melakukan pembelian apapun, kecuali memanfaatkan syahwat kekuasaan kandidat.
Menyedihkan memang. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi. Kalau pun terjadi, entah siapa yang harus disalahkan. Lebih menyedihkan karena kejadia seperti itu melibatkan banyak orang yang berpendidikan, banyak orang yang mengaku religious, dan selalu menyampaikan dan menasehati bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang boleh dan pantas dilakukan.  Kerakusan bertemu dengan kebodohan, dibumbui kepicikan, kemunafikan ketidakjujuran, ketidakpercayaan diri, pragmatisme lalu berbaur saling mengeksploitasi di sepanjang jalan menuju kehancuran dan merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar