Translate

Minggu, 17 Maret 2013

Pecundang lebih Fokus pada Hak dibanding Kewajiban

Sangat sering kita bertemu dengan orang lebih memfokuskan dirinya pada haknya dibanding menjalankan kewajibannya. Padahal hak tersebut merupakan konsekwensi dari kewajiban yang dijalaninya.  Artinya hak akana muncul setelah seseorang menjalankan kewajiban. Memfokuskan diri pada hak dalam menjalankan pekerjaan hanya akan membuat seseorang kurang ikhlas dalam menjalankan pekerjaan, hanya akan membuat seseorang kurang konsentrasi dalam menjalankan pekerjaan, yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas hasil pekerjaan.  Jika seseorang sudah sampai pada level ini, maka ia akan masuk dalam lingkaran dimana ia harus bekerja ekstra keras lagi untuk mencapai level kesempurnaan dalam menjalankan kewajibannya, karena harus mengkompensasi kemunduran kualitas pekerjaan yang diberikan. Jika berhasil kembali ke level yang diinginkan, maka sebaiknya seseorang tetap fokus pada kewajibannya. Jika tidak berhasil kembali memberikan kualitas yang diinginkan pemberi kerja maka ia akan memasuki lingkaran dimana ia akan sibuk dengan membela diri atas ketidakmampuannya menjalankan kewajibannya. Salah satu defensive expression yang diungkapkan adalah tentang haknya.  Sikap yang akan muncul adalah mempertanyakan haknya dari segala lini, menghabiskan energinya untuk menyampaikan beriita buruk tentang ketidakpuasannya terhadap majikannya.  
Berhentilah mempertanyakan hak kepada perusahaan anda, tanyakan apa yang sudah diperbuat untuk perusahaan. Jika memang dirasakan kurang diperlakukan dengan adil, lakukan tuntutan dengan cara dan prosedur yang benar dengan tetap tidak meninggalkan kewajiban. Selagi seseorang masih merupakan karyawan atau staf, atau anak buah, atau bahkan pimpinan sekalipun, seseorang tetap mempunyai kewajiban yang harus dijalankan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar