Translate

Selasa, 19 Maret 2013

Hindari Berteman dengan Koruptor


Sering kita melihat di televisi atau membaca di koran dimana seseorang sangat gigih menyerukan untuk berhenti melakukan korupsi, berteriak dan menyampaikan tentang akibat korupsi bagi moral dan integrasi bangsa. Sering kita juga tidak percaya karena ucapan yang disampaikan tidak sesuai dengan prilakunya, dan bahkan kadang lembaganya. Seorang koruptor berani merasa dirinya bersih ternyata sang koruptor memang (mungkin) tahu dan melihat bahwa banyak lagi koruptor lain yang lebih ‘hebat’ dalam korupsi. Ia berani bersikap sok bersih (mungkin) karena semata-mata apa yang dilakukannya masih lebih kecil dibanding apa yang dilakukan koruptor lain.  Prilaku ini muncul karena ia memang bergaul dengan koruptor, sehingga korupsi yang lebih kecil dari yang dilakukan lingkungannya tidak dianggap sebagai tindakan korupsi. You are what you see! Berteman dengan koruptor, pasti akan jadi koruptor. Paling tidak akan memaklumi tindakan korupsi. Hati-hati memilih teman atau kelompok sosial. 

Sebaiknya jangan bersahabat atau berteman dengan orang yang jelas-jelas melakukan tindakan korupsi, karena terjangkit prilaku korupsi itu. Korupsi itu menular, lebih berbahaya dari virus penyebab HIV sekalipun, atau narkoba sekali pun.  Sekali ‘terjangkit’, seseorang akan ketagihan untuk melakukannya, dengan cara apapun, tidak perduli waktu dan tempat. Sepanjang ada kesempatan untuk korupsi, dalam modus dan objek apapan, seorang koruptor pasti melakukannya.  Singkirkan koruptor yang ada di sekitar kita, tidak usah berteman dan bergaul dengan koruptor. Mungkin jika diacuhkan dan disingkirkan, (jika koruptor masih punya harga diri dan kebutuhan bersosialisasi) koruptor akan sadar bahwa apa yang dilakukannya tidak dapat diterima orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar