Translate

Selasa, 15 Januari 2013

Pemimpin tipe forwarder : Penghambat produktivitas


Tingkat produktivitas suatu perusahaan atau institusi juga sangat tergantung pada bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan di setiap jenjang otoritas yang ada di dalamnya. Setiap jenjang sudah pasti mempunyai kewenangan yang melekat pada pimpinan unit. Kewenangan kepala unit ini harus dimanfaatkan secara maksimal dalam kerangka pencapaian tujuan organisasi. Dalam organisasi non profit, sering ditemukan dimana seorang kepala unit tidak berani memanfaatkan wewenangnya, terutama keputusan yang berkaitan dengan  nasib seorang bawahannya.  Sering ditemukan seorang kepala unit tidak berani bertindak atas dasar kebenaran atau atas dasar kepentingan institusi karena harus berhadapan dengan nasib bawahannya.  Dalam situasi ini sering kita lihat seorang kepala unit hanya mampu menyampaikan persoalan kepada atasannya, dan meminta surat resmi lagi sebagai dasar acuan baginya untuk mengambil keputusan. Padahal aturan yang terkait dengan keputusan yang harus diambilnya sudah jelas ada dan hanya membutuhkan nyali dan ketegasan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya dengan bawahannya.

Seorang pemimpin dengan tipe forwarder seperti ini hanya mampu berlindung di bawah otoritas atasannya, tetapi tidak mampu bertindak atas dasar tanggungjawab dan wewenang yang dimilikinya. Jika semua keputusan yang menjadi wewenangnya senantiasa diajukan lagi ke level yang lebih tinggi supaya mendapatkan dasar baginya untuk mengambil keputusan, maka banyak sekali energi sistem terbuang sia-sia. Seorang pemimpin unit harus berani bersikap tegas dalam mengambil keputusan dan tidak mengutamakan keharmonisan semu dengan berlindung kepada autoritas lain. Yang lebih berbahaya lagi adalah mengedepankan kebersamaan dan keharmonisan dengan menindas nilai-nilai kebenaran untuk mendongkrak populeritas.  

Pesan dari tulisan ini adalah, setiap orang adalah pemimpin, paling tidak untuk dirinya. Setiap orang yang menjadi pimpinan unit harus berani bertindak dan mengambil keputusan sesuai dengan kapasitas dan tanggungjawab serta wewenangnya. Jangan suka berlindung kepada atasan lain untuk mengmabil keputusan yang sudah jelas menjadi tanggungjawabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar