Translate

Rabu, 16 Januari 2013

Kultur dan Komitmen : Tersangka Pembunuh Perubahan


Tulisan ini diakui terinspiriasi dari buku yang ditulis oleh Ken Balanchard, John Britt, Judd Hoekstra dan Pat Zigarmi tahun 2009, diterbitkan oleh Polvera Publishing and John Britt menyajikan cerita tentang upaya seorang detektif menuak misteri sang pembunuh berantai terhadap perubahan. Penelusuran yang dilakukannya untuk mencari sang pembunuh disajikan sedemikian runtut dengan penjelasan yang mudah dipahami. Dektektif Mike McNally secara sabar mencari siapa sebenarnya pelaku dari serentetan kasus pembunuhan berantai terhadap perubahan yang sedang ditanganinya. Setelah melalui proses dan waktu yang panjang serta menyeluruh, sang detektif mampu menyimpulkan beberapa tersangka pembunuh perubahan itu, diantaranya adalah (1) kultur dan (2) komitmen. 

Keduanya memang pantas untuk dicurigai sebagai pembunuh perubahan, karena setiap kultur punya kecenderungan untuk mempertahankan pola dan kebiasaan sendiri dalam bekerja dan dalam menjaga zona nyaman yang dimilikinya. Sering kultur menampik perubahan hanya karena ketidakmampuannya memahami dan mengikuti perubahan itu sendiri.  Kultur tidak mau menyesuaikan diri dengan perubahan dan bahkan sering cenderung cenderung mati-matian membela kenyamanannya tanpa berusaha memahami apa yang akan diberikan oleh perubahan.  Padahal sang perubahan akan membawanya ke arah yang jauh lebih nyaman lagi.   
Demikian juga dengan komitmen. Komitmen patut dipertanyakan, karena komitmen sesungguhnya berkaitan dengan integritasnya terhadap nilai-nilai kebenaran.  Komitmen yang rendah dan cenderung pragmatis, bahkan oportunis adalah pembunuh perubahan yang mematikan, yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, dan kerugian akibat korupsi. Sebagai analogi, keterpurukan sebuah keluarga, sebuah perusahaan dan bahkan sebuah negara  dapat saja terjadi, hanya karena orang-orang yang ada di dalamnya cenderung memiliki integritas dan komitmen yang rendah terhadap nilai-nilai kebenaran yang semestinya dijunjung dan disebarluaskan untuk kebaikan bersama. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar