Translate

Jumat, 02 November 2012

Travelling makes a man wiser


Memang benar, kita harus setuju dengan  ungkapan presiden ke-tiga Amerika Serikat, Thomas Jefferson, tersebut.  Mengunjungi tempat yang baru membuat orang mendapatkan banyak hal-hal yang baru yang akan tersimpan dalam memorinya sebagai pengalaman empipiris yang dapat digunakan untuk berbagai menghadapi berbagai situasi di kemudian hari. Kita semua tahu bahwa dengan mengujungi tempat-tempat yang baru memungkinkan kita melihat betapa banyak mosaik kehidupan ini. Tidak hanya bentuk atau rupa manusia, bahasa yang berbeda, tetapi juga perbedaan dalam hal makanan, bangunan, cuaca, tumbuhan, hewan, tarian, lagu, dan berbagai corak ragam kehidupan lain yang berbeda dengan apa yang kita lakukan dalam keseharian kita.  Mengalami dan menjelajahi perbedaan merupakan sebuah proses pengkayaan bagi diri kita untuk tidak bersikap cepat puas dan bangga sendiri bagai katak dalam tempurung.

Lakukan perjalanan jika ada kesempatan, baik perjalanan yang merupakan bagian dari pekerjaan maupun yang merupakan perjalan untuk liburan. Menjelajahi sesuatu yang berbeda memang merupakan pengalaman inderawi, dimana seseorang menangkap semua pesan inderawi yang menjadi pengetahuan baru seseorang.  Seseorang akan menjadi lebih bijak, seperti kata Jefferson, perjalanan membuat orang lebih toleran terhadap perbedaan, membuat seseorang lebih mampu berfikir lateral. Perjalanan juga membuat seseorang menjadi lebih mensyukuri apa yang ia miliki. Perjalanan juga membuat seseorang menjadi lebih mampu melihat kekurangan dirinya.  Tidak ada perjalanan yang sia-sia. Kalaupun ada yang pernah berkesimpulan seperti itu, suatu saat nanti pasti akan mengetahui manfaat apa yang diperoleh dari perjalanan yang tadi dianggap sia-sia.  Jadi, lakukan perjalanan selagi ada kesempatan.  Dorong anak muda untuk mau melakukan perjalanan jauh agar masa depannya lebih luas, masyarakatnya lebih beradab, dan bangsanya lebih berdaya saing.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar