Translate

Rabu, 18 April 2012

Pengagum prestasi orang atau Pembuat prestasi sendiri ?


Sering kita mendengar decak kagum seseorang terhadap keberhasilan atau kesuksesan seseorang dalam hal tertentu dalam kehidupan sehari-hari kita.  Kekaguman terhadap prestasi seseorang kadang membuat orang larut membahasnya, sampai ke hal-hal yang sangat rinci.  Bahkan hal yang rinci tersebut sudah tidak ada kaitannya lagi terhadap prestasi yang dibuat seseorang tersebut, tetapi jauh memasuki hal-hal yang bersifat pribadi, baik kebiasaan, asal usul, selera atau apa saja yang berkaitan dengan pembuat prestasi tersebut.  Situasi mengagumi secara berlebihan terhadap sesuatu kadang berpotensi menurunkan kinerja kita sendiri.


Terpikirkah oleh pengagum tersebut untuk menjadi berprestasi ?. Menjadi orang yang membuat prestasi, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengagumi prestasi kita. Berprestasi jauh lebih enak dibanding menjadi orang yang hanya dapat membanggakan prestasi teman sendiri.  Memiliki prestasi punya efek yang sangat bagus untuk perkembangan kepribadian kita, sangat bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri kita, dan sangat bagus untuk meningkatkan produktivitas kerja kita.  Tidak hanya itu, prestasi yang kita miliki punya efek sosial yang sangat bagus, dan bahkan punya efek ekonomis yang sangat bagus. Jadi berprestasilah.  Mulai dari hal yang kecil, sampai ke hal-hal yang sangat besar, sehingga muncul percaya diri yang lebih baik, rasa menghargai diri sendiri yang lebih baik. Mudah-mudahan setiap prestasi yang kita miliki mampu meningkatkan produktivitas kerja, produktivitas hidup, dan kebahagiaan.

1 komentar: