Translate

Kamis, 28 April 2011

Mulai Dari Diri Sendiri

Sangat sering kita menemui orang yang cenderung permisif terhadap sebuah ketidakbenaran dalam suatu keputusan yang kadang justru sangat menentukan nasib bagi banyak orang, terutama kaum yang tak berdaya. Apakah sikap permisif ini cermin ketidakberdayaan banyak orang terhadap tekanan nilai-nilai sosial yang melenceng dari nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Banyak orang yang tak perduli ketika ada orang lain berbuat tidak benar sepanjang tidak mempengaruhi dirinya sendiri. Apakah ini cermin egoisme atau ketidakberdayaan? Atau hal ini hanyalah suatu keengganan melibatkan diri dalam sistem penegakan nilai yang dianggap bertele-tele, yang tidak berpihak pada kebenaran? Nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan harus diutamakan dalam bersikap dan bertindak. Kita pasti tak dapat membayangkan betapa hampanya sebuah keluarga tanpa ada upaya untuk menjaga nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan? sebuah rukun tetangga atau rukun warga, kecamatan atau sebuah kota/kabupaten, sebuah provinsi atau bahkan sebuah negara yang masyarakatnya meninggalkan nilai-nilai tersebut. Apa jadinya lagi kalau dunia telah kehilangan semangat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan ?? Kehidupan akan kehilangan makna kalau seseorang hidup tanpa keluarga, tanpa tetangga, tanpa pemerintah yang dapat dipercaya mampu melindungi  eksistensinya.

Do something, jangan menyerah, jangan melakukan sesuatu yang kita sendiri sudah tahu tidak benar, hanya karena orang lain melakukannya. Lakukan dengan benar mulai dari diri sendiri. Selaraskan antara pengetahuan, nurani yang kita miliki dengan tindakan yang kita lakukan. Jangan berharap sesuatu akan berubah dengan menunggu orang lain yang memulainya. Tidak mudah memang, apalagi kebanyakan orang suka mengikuti egosime dan ketidaktahuannya.  Memulai dari diri sendiri adalah hal  penting untuk merubah ketidakberaturan yang ada di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar