Translate

Rabu, 27 April 2011

Kebahagiaan Milik Semua Orang

Bisa anda bayangkan seorang manusia yang hidup  dalam kesempurnaan dan ketercukupan yang terhenti.? Keadaan dimana semua yang diinginkan dan yang didambakan tersedia dengan begitu gampang? Yang pasti, gambaran tersebut hanyalah sebuah fatamorgana kehidupan, dan situasi itu hanyalah trigger kehidupan untuk menuju ke keadaan yang lebih baik. Life must go on.. Manusia yang sehat senantiasa bergelut dengan dinamika kehidupannya.
Ketercukupan dan kepuasan hanyalah sebuah terminal kehidupan yang tak pernah mampu didefinisikan secara kongkrit oleh manusia dalam sikap dan tindak-tanduk sehari-hari. Manusia tidak pernah mampu menghentikan naluri dan keserakahannya untuk terus memburu dan menggapai situasi yang dianggapnya lebih baik. Itulah dinamika kehidupan yang harus dijalankan manusia sepanjang eksistensi kehidupannya. Untuk jadi lebih bahagia, manusia harus mampu menghargai apa yang dimiliki dengan tetap berusaha dan berdoa untuk dapat memiliki keadaan yang lebih baik. Kebahagiaan yang dimiliki manusia bukanlah merupakan kebahagiaan individu, tetapi merupakan kebahagiaan komunal, kebahagiaan yang harus mampu dirasakan oleh manusia-manusia lain di sekitarnya. Seorang manusia tidak akan mampu merasakan bahagia, jika tida ada manusia lain yang dapat dijadikan tolok ukur perasaan yang dimilikinya. Jadi, jangan pernah berusaha untuk merasa bahagia sendiri, karena kebahagiaan adalah milik semua orang. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar