Translate

Kamis, 11 April 2013

Kehidupan sesungguhnya merupakan fungsi matematika


Apa yang ditemui dan dirasakan manusia dalam kehidupannya sesungguhnya merupakan fungsi matematis. Semua bentuk keberaturan, keindahan, kenyamanan,  kedamaian dan bahkan kebahagiaan sebenarnya merupakan fungsi matematis. Keputusan dan tindakan seseorang juga sebenarnya merupakan ekspresi matematis. Demikian juga dengan kegaduhan, kejelekan, ketidaknyamanan, kesengsaraan, kebrangasan dan bahkan korupsi adalah ekspresi matematis seseorang.  Dengan demikian, penguasaan matematika oleh setiap individu, tidak hanya secara kognitif, tetapi juga secara afektif, sangat mempengaruhi semua kejadian yang ada di sekitar kita.

Pembelajaran matematika di sekolah harus mampu mendorong penguasaan matematika peserta belajarnya hingga pada level afektif. Penguasaan secara kognitif saja, sangat mungkin hanya akan melahirkan seorang koruptor, seorang tukang onar, atau sumber persoalan sosial yang ada di dalam masyarakat.  Keberhasilan pembelajaran matematis hingga pada level afektif akan melahirkan kedamaian, keberaturan, keindahan, kenyamanan,  dan kebahagiaan. Setiap fungsi matematis ada logikanya, ada manfaat praktisnya. Setiap fungsi matematis juga ada sisi moralnya. Penguasaan matematis secara menyeluruh dan mendasar harus menjadi orientasi pembelajaran matematik di semua jenjang pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar