Translate

Jumat, 29 Maret 2013

Catatan Lain tentang Kebahagiaan


Sungguh merupakan pemandangan yang sering kita kihat dimana orang berlomba-lomba mendapatkan uang dengan cara apapun, dimanapun dan kapanpun. Banyak juga orang melakukannya dengan melindas nilai-nilai kebenaran, nilai-nilai kemanusiaan dan bahkan merendahkan martabat diri sendiri.    Banyak diantara pencari uang tersebut juga berfikir dengan memiliki banyak uang, mereka akan menjadi lebih bahagia. Jika benar kebahagiaan itu dapat dibeli dengan uang, niscaya kebahagiaan itu hanya milik para konglomerat, para koruptor yang kaya luar biasa yang mampu membiayai hidup untuk tujuh keturunannya. Lalu apa yang dimiliki oleh si miskin? Ternyata dalam keseharian kita, sering dipertontonkan betapa tidak bahagianya orang-orang yang memiliki banyak uang. Kadang mereka makan saja susah, terlalu banyak pantangan, karena digerogoti berbagai penyakit. Lebih sedih lagi, pekerja uang ini sangat sibuk mencari uang, sampai tidak memiliki waktu untuk menggunakannya !.  Di sisi lain, kita juga sering melihat betapa bahagianya seorang yang hanya memiliki uang pas-pasan. Mereka bahagia, tenteram, dan sehat. Jadi, happiness has nothing to with the amount of money we have.

Jauh-jauh dan susah-susah orang berjalan menuju tempat yang indah dan menakjubkan untuk merasakan kebahagiaan. Orang sering lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya di hati, dalam diri sendiri, bukan di Eropa atau di tempat lain yang jauh dan indah menurut ukuran mata, nikmat menurut ukuran syahwat. Hati kita selalu bersama ada dengan kita. Jaga hati kita agar senantiasa bersih dan ikhlas serta senantiasa mampu bersyukur. Bersyukurlah bahwa kaki kita senantiasa masih dapat menginjak tanah. Bersyukurlah bahwa lidah kita masih senantiasa dapat merasakan asin, manis, asam dan pahit. Bersyukurlah bahwa apa yang kita miliki tidak dimiliki orang lain. Bersyukurlah bahwa mata kita masih dapat melihat sesuatu yang memberikan persepsi indah dan menyejukkan.  Jangan terlalu tinggi menggapaikan tangan pada awan yang tak berbentuk, duduk di taman angan-angan  meninggalkan persoalan dan realita kehidupan. Hadapi kehidupan dengan sabar dan bersyukur dengan apa yang dimiliki, serta terus berusaha dengan melakukan yang terbaik.       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar