Translate

Jumat, 16 November 2012

Tunda Kemarahan Untuk Kebaikan


Dalam memberikan respon terhadap penilaian yang kurang menyenangkan  sering membuat seseorang sangat reaktif dalam menanggapinya. Ciri reaktif tersebut antara lain muncul keinginan untuk segera membela diri atau melakukan klarifikasi, baik secara verbal, maupun melalui email, sms, atau dengan membuat status di media sosial.  Kalau ciri tersebut sudah dirasakan, sebaiknya tunda dulu untuk memberi tanggapan.  Pastikan tidak menanggapi sesuatu dalam suasana bathin yang kurang terkendali secara rasional. Kalau ini dilakukan, justru seseorang akan terjerumus dalam kemarahan atau kekesalan yang berada dalam kendali orang lain. Situasi seperti ini sangat tidak menguntungkan, baik untuk citra diri, maupun untuk produktifitas kerja.

Kemampuan menunda rasa marah merupakan sesuatu yang harus dimiliki seseorang agar tidak terjerumus ke dalam situasi yang lebih jelek lagi. Jika sudah agak tenang, ketidaknyamanan tersebut dapat diungkapkan, sehingga kemarahan dan kekesalan yang ada berada dalam kendali diri kita.   Menunda memberikan respon memberikan banyak manfaat, termasuk kesempatan kepada kita untuk dapat memahami kritik pihak lain. Sambil menunda, kadang-kadang seseorang dapat menemukan respon yang positif terhadap penilaian yang negatif terhadap kita melalui komentar pihak lain. Atau bahkan dapat saja orang yang membuat kita kesal menyampaikan permintaan maaf kepada kita atas kekeliruan dan keterlanjurannya. Seseorang yang menunda untuk marah akan membuat kemarahannya menurun, sehingga tidak merusak kredibilitasnya.  Mengekspresikan perasaan kesal atau marah dalam kondisi tidak marah akan membuat seseorang mampu menggunakan dan memilih kata-kata atau kalimat-kalimat yang powerful dan mengendalikan situasi.  Jangan sampai mengungkapkan perasaan kesal atau arah dengan kata-kata yang justru akan membuat citra dan penilaian orang laion menjadi  jelek, sehingga menghapus semua kontribusi positif yang sudah kita berikan.  Jadi, jangan memberikan reaksi kalau sedang emosi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar