Translate

Selasa, 21 Februari 2012

The Powers of Proper Words

Sering kita mendengar seseorang berbicara dengan runtut dan menggunakan kata-kata yang enak didengar. Pesan yang disampaikan begitu mudah masuk dalam pikiran kita, dan orang yang berbicara meninggalkan kesan yang begitu mendalam pada diri kita.  Tidak hanya itu, kata-kata yang tepat digunakan untuk mengungkapkan sesuatu mendorong kita untuk lebih positif memandang diri dan menggunakan pikiran kita.  Ringkas kata, kata-kata yang benar dan enak didengar meninggalkan pengaruh positif kepada siapa saja yang mendengarkannya dan juga membacanya, dan tentu saja cara pandang pendengar atau pembaca terhadap suatu autoritas.

Lalu mengapa masih banyak diantara kita yang menggunakan kata-kata yang tidak enak didengar? menggunakan kata-kata yang berprasangka?. Bisa saja memang karena kekurangmampuan dalam memilih kata-kata yang benar yang menjadi persoalan orang tersebut.  Tetapi sebenarnya memang ada tipe orang yang memang pilihan katanya selalu negatif, selalu berprasangka, dan selalu menyesakkan pendengarnya.  Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah orang-orang yang dengan sengaja memilih dan menggunakan kata-kata yang kurang pantas dan menyakitkan pendengarnya.  

Nggak usah mikirkan orang lain dululah. LIhat betapa manfaatnya kalau kita menggunakan kata-kata yang positif.  Orang-orang yang menggunakan kata-kata yang positif dan encouraging cenderung lebih tenang, lebih sehat, lebih menikmati hidup, lebih banyak kawan, lebih happy dalam kesehariannya.  Sedangkan orang-orang yang lebih memilih kata-kata yang negatif dan provokatif serta berprasangka cenderung lebih gelisah bawaannya, lebih buru-buru gayanya, kening terus kelihatan berkerut, dan cenderung menyalahkan orang lain dan tentunya kurang didekati orang.  Dari jauh kita pelihat orang seperti ini, hati langsung berdebar, apa lagi yang akan disampaikannya, apa lagi celoteh dan omelannya.  Rasanya kita cenderung untuk menghindari orng-orang seperti ini.

Lebih parah lagi adalah masih banyak orang yang menggunakan kata-kata yang kurang pas, kata-kata yang negatif, provokatif dan berprasangka dalam komunikasi dalam bentuk tulisan. Tulisan yang negatif akan secara terus menerus menurunkan respek pembaca terhadap penulisnya, dan jumlahnya meningkatkat terus.  Jangan dikira tulisan negatif akan semakin mempengaruhi orang lain atau pembacanya, tetapi justru sebaliknya. Pembaca akan terus membaca dan semakin menyadari kekeliruan bernalar si penulis.

Jadi, hati-hatilah menggunakan kata-kata.  Pilihan kata mencerminkan keperibadian, mencerminkan 'kelas' seseorang.  Kata-kata yang baik berpengaruh baik terhadap pendengar dan pembacanya. Demikian juga sebaliknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar