Translate

Sabtu, 17 Desember 2011

Resiko jadi facebooker

Seorang teman berkeluh kesah tentang prilaku facebookers di komunitas sosial yang diikutinya. Ia merasa media tersebut justru menjadi tempat kebanyakan anggotanya menunjukkan kebodohan mereka, menunjukkan kemalasan dan kelambanan mereka, menunjukkan ego dan kepicikan mereka. Tulisan, posting dan komentar yang muncul cenderung provokatif, spekulatif dan kadang cuma komentar yang membabi buta.  Menurut teman tersebut, ia justru lebih menghargai sebuah komentar yang sifatnya meng-update status atau sekedar berbagi keceriaan dan kegembiraan.  Tentu saja teman tersebut sangat menghargai tulisan atau posting yang informasinya bermanfaat untuk peningkatan produktivitas kerja dan kehidupan, atau informasi yang bikin tambah pinter dan tambah pengetahuan.  Rupanya teman satu ini gerah dan pusing aja melihat lebih banyak orang yang berfikiran negatif daripada berfikiran positif.


Resiko ikut komunitas
Saya sarankan agar ia keluar saja dari komunitas tersebut supaya tidak pusing. Tapi dia menolak, alasannya dia butuh terhubung dengan komunitas tersebut supaya dapat mengikuti perkembangan  komunitas tersebut.  Kalau begitu ikut saja terus, jangan cengeng dan mudah tersinggung, apalagi sampai tidak bisa tidur setelah baca komentar iseng dari salah satu anggota.  Saya katakan, membaca tulisan yang tidak nyaman sudah menjadi resiko bergabung dengan komunitas seperti itu.  Justru dengan keamburadulan informasi dalam komunitas tersebut harus menjadi pelajaran agar tidak berprilaku seperti itu.  Jangan berharap seseorang dapat mengatur etika penulisan dalam komunitas seperti itu agar semuanya kedengaran bagus, enak dibaca dan sesuai dengan standar etika yang kita inginkan.  Jangan-jangan si penulis beranggapan bahwa mereka sudah menulis sesuai dengan etika yang berlaku untuk semua orang. Teman saya agak kurang menerima ketika saya katakan bahwa standar etika setiap orang dalam satu komunitas sangat berbeda, tata nilainya juga sangat berbeda, selera dan ekspektasinya juga berbeda, pengalamannya juga berbeda, Semua orang mengekspresikan dirinya dalam setiap saat sebagai fungsi dari masa lalunya, pengalamannya, kepentingan saat ini yang dimilikinya dan orientasi ke depan yang ia impikan.

Enjoy aja dan be yourself
Menghadapi ketidaknyaman dalam suatu komunitas virtual yang kita ikuti dimana keberagaman seperti situasi di atas merupakan keniscayaan, kita harus tahu kalau hal-hal seperti itu pasti akan terjadi dalam setiap interaksi sosial yang kita ikuti.   Kita semua punya kiat untuk menghadap ketidaknyaman, jangan dihindari. Setiap ketidaknyamanan yang kita ikuti dan kita sukses melewatinya akan membuat kita menjadi lebih bijak, lebih tahu, lebih tahan kritik, lebih tahan banting, lebih toleran terhadap perbedaan.  Yang penting kita tak usah reaktif, tetap menjadi diri kita sendiri, dan tentunya terus menyampaikan aura positif dalam tulisan-tulisan yang kita tulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar