Translate

Jumat, 04 April 2014

Selingkuh : Prilaku Pecundang


Jika anda berfikir untuk selingkuh, sebaiknya buang jauh-jauh pikiran tersebut. Lihat apa yang terjadi dengan orang-orang di sekeliling anda yang dengan sengaja atau karena ketidakmampuan berkomunikasi akhirnya berselingkuh.  Mereka mungkin tidak akan pernah menceritakan perasaan mereka yang sesungguhnya. Terlepas dari urusan dosa  dan tangungjawab kepada Allah SWT, berselingkuh ternyata menimbulkan perasaan gelisah, menimbulkan perasaan bersalah, menimbulkan perasaan marah pada diri sendiri, menimbulkan berbagai perasaan negatif lainnya yang semuanya menjadi beban peselingkuh. Beban-beban psikologis tersebut mempengaruhi dan bahkan pada tingkat yang lebih parah akan mengendalikan tindak-tanduk keseharian si peselingkuh dalam bentuk defensive attitudes.   Prilaku seperti ini tidak hanya membuat si peselingkuh merasa menderita, tetapi akan pasangannya menjadi menjadi tidak nyaman dan terganggu.  Pada tingkatan yang lebih parah, defensive attitudes tersebut akan membuat pasangannya dan anak-anaknya menderita, yanga berakhir pada hancurnya sebuah perkawinan, perceraian, dan anak-anak harus menanggung beban akibat perselingkuhan. 


Jika anda sudah terlanjur berselingkuh, hentikanlah!. Bertobatlah!. Nikmat sesaat yang anda peroleh tidak akan mampu mengobati penderitaan yang harus anda tanggung sepanjang hidup. Berhentilah mencari penyebab mengapa anda sampai berselingkuh, karena semakin dicari penyebabnya, semakin kuat pembenaran yang anda peroleh.  Sebenarnya dengan berhenti berselingkuh sekalipun tidak akan dengan mudah menghapus luka pasangan anda, dan orang-orang lain yang merasa terkhianati. Berhenti berselingkuh juga tidak akan dengan mudah membuat diri anda dapat memaafkan diri sendiri.  Memang tidak mudah memperbaki diri sendiri, tetapi jalan untuk mengobati kepedihan dan kegelisahan hati selalu terbuka. Meskipun sebenarnya tidak akan pernah menghapus bekas luka yang telah terjadi. Diperlukan energi dan komitmen yang luar bisa untuk bisa keluar dari lingkaran perselingkuhan.  Mintalah maaf pada pasangan anda, mintalah maaf kepada anak-anak anda, dan tentunya orang-orang lain yang menyayangi anda. Dekatkanlah diri anda dengan Tuhan, bertaubat, dan dengan sabar menebus kekeliruan yang anda lakukan dengan melakukanlebih banyak kebaikan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar