Translate

Kamis, 04 April 2013

Jangan Lampiaskan Kekesalan di Dunia Maya

Dalam berkomunikasi di dunia maya, baik melalui facebook, twitter, blog atau media sosial lainnya, sering kita melihat ungkapan atau tulisan yang merupakan pelampiasan dari rasa marah atau kesal yang terhadap persoalan yang sebenarnya tidak tepat untuk disampaikan. Apalagi jika kekesalan atau kemarahan yang diungkapkan merupakan sesuatu yang belum didiskusikan atau dikomunikasikan.  Ekspresi sepihak seperti itu sebenarnya tidak akan menyelesaikan persoalan. Bahkan ungkapan seperti itu justru tidak akan mampu menyelesaikan persoalan dalam jangka panjang, meski mampu melampiaskan kesal sesaat.  Ekspresi demikian juga merupakan sesuatu yang tidak akan pernah dapat ditarik kembali dan akan melekat dalam diri kita. Apalagi jika penyelesaian yang dilakukan tidak diposting kembali. Pembaca akan tetap memiliki kesan bahwa orang tersebut tetap sedang marah. Kemarahan yang terungkap dalam media sosial di internet tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru akan menimbulkan masalah baru bagi seseorang, akan menimbulkan kemarahan baru.
Bagi para pembaca, juga tidak perlu sebenarnya memberi label bahwa penulis tersebut seorang pemarah, meski sering kita geli dan geli melihat tulisan seseorang yang sedang kesal atau marah.  Jadikan hal tersebut sebagai pelajaran, paling tidak pembaca dapat membayangkan bagaimana orang  akan menilai tulisan yang berbau kesal dan marah. Justru pembaca harus berterima kasih, karena telah memberikan pelajaran gratis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar