Translate

Selasa, 29 Januari 2013

Hindari logika mayoritas yang menyesatkan


Banyak orang tanpa disadari larut dalam logika mayoritas dalam menyikapi suatu situasi.  Logika mayoritas mungkin saja benar, tetapi tidak tertutup kemungkinan logika mayoritas kebanyakan orang di sekitar kita juga salah.  Sesuatu yang dianggap biasa, meskipun sebenarnya salah dan bahkan tak bermoral, dan dilakukan oleh banyak orang dapat saja dianggap sebagai sesuatu yang benar. Kecenderungan banyak orang untuk mengikuti logika mayoritas orang di sekitarnya sebanarnya berawal dari kurangnya pengetahuan dan kelambanan dala berfikir. Prilaku ini juga dapat muncul karena seseorang kurang memiliki komitmen dan integritas terhadap nilai-nilai kebenaran itu sendiri. Orang-orang yang tidak menghargai proses, tetapi lebih mengutamakan output juga sering larut dalam logika mayoritas.  Alasan lain yang dapat menyebabkan orang larut dalam logika mayoritas yang menyesatkan kadang hanya karena takut dikatakan berbeda dengan kebanyakan orang di sekitarnya.

Secara moral, orang yang terjebak dalam logika mayoritas yang keliru atau bahkan menyesatkan perlahan akan bergerak meninggalkan nilai-nilai kebenaran, perlahan-lahan akan merendahkan harkat dan martabat manusia itu sendiri. Jika kebenaran dan integritas sudah dibarter atau diperjualbelikan dengan kepentingan sesaat, niscaya kesengsaraan akan menimpanya. Bayangkan jika masyarakat banyak yang terjebak dalam logika mayoritas yang  keliru dan menyesatkan, niscaya kesengsaraan akan menimpa masyarakat tersebut. 

Untuk melepaskan diri dari logika mayoritas yang keliru, setiap orang harus rajin membaca, banyak mendengar dan memperhatikan, sering bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman yang berbeda.  Hal lain yang dapat dilakukan juga adalah dengan berupaya untuk lebih menghargai proses pencapaian sesuatu daripada apa yang sudah dicapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar