Ada sebagian
orang memaknai sukses jika mereka mampu mencapai apa yang mereka idamkan.
Sering kita lihat selebarasi berlebihan ketika seseorang mencapai level yang
diimpikan. Tentu saja wajar untuk bersuka cita, karena energi dan komitmen
sudah diinvestasikan untuk mampu mencapai level atau capaian yang lebih tinggi
tersebut.
Selasa, 30 Oktober 2012
Jumat, 26 Oktober 2012
Ingin Sehat? : Penuhi Hak Tubuh, Otak dan Jiwa
Weekend memang harus digunakan untuk lebih
mengoptimalkan hak-hak tubuh, otak dan jiwa untuk mendapatkan istirahat dan relaksasi.
Meskipun setiap hari kerja kita dapat memperhatikan dan memenuhi hak-hak tubuh, otak
dan jiwa, tetapi pada saat liburan kita dapat memberikannya dalam porsi yang
lebih banyak. Selama hari-hari kerja,
tubuh bekerja secara fisik untuk menuntaskan pekerjaan, pikiran dikuras untuk
menjawab semua tuntutan implementasi suatu tanggungjawab dan kepercayaan.
Selama hari-hari kerja seseorang dapat
saja menjalankan pola makan tidak optimal, pola tidur kurang teratur, dan mengkooptasi
otak dan pikiran untuk pekerjaan. Selama
hari-hari kerja kita tetap dituntut agar memenuhi hak-hak tubuh, otak dan jiwa secara
maksimal supaya kesehatan tetap terjaga dan produktifitas professional tetap
terjamin.
Jumat, 19 Oktober 2012
Tawuran dan Anarkisme : Kegagalan Pembelajaran
Tawuran,
brutalisme dan anarkisme yang kerap dilakukan lagi oleh pelajar dan mahasiswa
akhir-akhir ini sebenarnya mencerminkan kegagalan pembelajaran yang dilakukan
sekolah dan kampus. Tidak sedikit korban kawuran, brutalisme dan anarkisme
tersebut jika dihitung secara ekonomis, apalagi kalau dihitung secara
sosisal. VIsi Indonesia 2045 terancam
gagal tercapai, karena Indonesia akan kekurangan orang-orang yang mampu
berkompetisi secara global pada saat itu, karena mereka pada saat ini sibuk
tawuran, sibutk berbuat brutal dan anarkis yang mendegradasi kemampuan berfikir
kritis dan rasa ke-Indonesia-an.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Kenakan sesuatu yang berbeda : Teknik lain menyiasati ‘slow start’
Seperti dalam
tulisan sebelumnya, ‘slow start’
dalam bekerja di pagi hari, apa lagi senin pagi, dapat saja terjadi pada semua
orang di berbagai profesi. Mengganti wall
paper komputer mungkin hanya dapat dilakukan oleh orang yang langsung
berhubungan dengan komputer. Tetapi bagi orang yang tidak harus memulai harinya
dengan komputer banyak siasat lain yang dapat dilakukan. Memiliki mood yang
bagus untuk dapat bekerja dengan baik adalah tanggungjawab pribadi kita. Secara
profesional kita sendiri yang menjaganya.
Jumat, 28 September 2012
Kesalahan Orang Lain : Pelajaran Gratis
Pepatah lama, ‘pengalaman
merupakan guru yang terbaik’, sangat dipahami oleh banyak orang. Betapa banyak
kekeliruan yang dilakukan oleh seorang individu atau oleh satu perusahaan justru
meningkatkan produktivitas kerjanya. Belajar
dari pengalaman pahit yang dialami sendiri memang bijak, tetapi sesungguhnya
kita juga dapat belajar dari pengalaman pahit yang dialami oleh orang lain atau
oleh perusahaan lain. Tidak ada pelanggaran etika yang kita lakukan jika kita mengambil
pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami pihak lain, karena sesungguhnya
itu adalah mekanisme alam dalam menyediakan pelajaran bagi orang-orang yang mau
memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya.
Sabtu, 22 September 2012
Menyikapi Keterlantaran
Tidak semua yang kita rencanakan selalu berjalan
seperti yang kita harapkan. Ada batasan dimana kita dapat memprediksi
kehampirpastian jadwal dan rencana dapat berjalan dengan baik. Mengikuti jalan
pikiran orang yang merasa superior, ciri orang yang tidak professional dan ciri
seorang pecundang tentunya, memang melelahkan. Terpikir untuk memuntahkan semua
kekesalan dengan menunjukkan betapa superioritas yang mereka tunjukkan sangat merugikan orang
lain. Superioritas yang hanya sebenarnya merendahkan diri mereka sendiri,
meskipun kita yang harus merasakan ketidaknyamannya. Salah satu superioritas yang dapat terjadi
kepada kita semua adalah perubahan jadwal yang seenaknya oleh mitra kita,
padahal kita sudah mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga untk mengikuti
pertemuan yang dijadwalkan. Mitra kita sangat tahu, jika sikap tidak
menghargai mitra pasti punya konsekwensi, salah satunya kehilangan kepercayaan,
yang bahkan dapat menyebabkan hilangnya kemitraan itu sendiri. Tulisan ini tidak bermaksud untuk
mendiskusikan apa yang dapat kita lakukan terhadap superioritas yang ditunjukkan oleh mitra kita,
tetapi bagaimana mensiasati perasaan kesal dan kecewa supaya tidak menjadi
kontra produktif terhadap kinerja kita sendiri.
Jumat, 18 Mei 2012
Jalan pintas
Jalan pintas? sering sekali kita melihat orang melakukan hal ini. Mungkin ada benarnya juga. Sepanjang jalan pintas yang dilakukan tidak membahayakan orang lain, tidak merugikan orang lain, tidak bertentangan dengan aturan, tidak bertentangan dengan agama, mengambil jalan pintas boleh saja dilakukan untuk sebuah efisiensi untuk mencapai produktivitas tinggi. Kita lihat betapa banyak jalan pintas yang dilakukan masyarakat kita dan terjadi di sekeliling sehari-hari.
Rabu, 16 Mei 2012
Penunda : calon pecundang
Semua kita pasti pernah menunda suatu pekerjaan dengan dalih yang kita ketahui dengan pasti. Kalau situasinya seperti ini, mungkin kita akan kembali melanjutkan pekerjaan kita. Tetapi kalau kita 'terjebak' menunda pekerjaan kita dengan dalih yang tak kita sadari sama sekali, mungkin kita perlu mewaspadainya. Kebiasaan menunda, tanpa sadar, kadang memang muncul karena kelambanan kita dalam memahami sesuatu, muncul karena ketakutan kita dalam menghadapi situasi tertentu, atau bahkan memang muncul karena kebiasaan kita yang menganggap remeh sesuatu.
Kamis, 10 Mei 2012
Defensif : Ciri lain pecundang.
Ciri lain seorang pecundang adalah ketidakmampuannya untuk menghargai apa yang dimiliki. Tidak puas terhadap apa yang dimiliki memang merupakan salah satu modal untuk memperbaiki diri dan kinerja organisasi. Tetapi kalau ketidakpuasan selalu diungkapkan sampai menutupi mata, apa lagi mata hati, untuk mensyukuri apa yang dicapai, pasti akan berbuah kecemasan, prasangka, dan bahkan dapat mengganggu kinerja diri dan organisasi. Tidak mampu menghargai apa yang dimiliki hanya membuat orang lain di sekitar merasa tidak nyaman, sehingga selalu menyebarkan aura negatif. Apalagi kalau diikuti kekaguman yang luar biasa terhadap prestasi orang atau lembaga lain, lalu menyalahkan orang di sekitar atas capaian diri sendiri atau capaian lembaga. Orang demikian mungkin lebih pas dikategorikan memiliki inferior syndrome !. Rendah diri, nggak percaya diri, lalu berprilaku defensif. Orang yang demikian, biasanya hanya pintar mengeritik saja, kalau diberi tanggungjawab, tidak mampu menjalankannya dengan baik. So, look at the bright side of what you have, ignore any minor irritations, look forward, and be positive.
Senin, 07 Mei 2012
Ciri Pecundang : Suka Cari Kambing Hitam
Semua orang yang normal pasti ingin berubah, berubah ke arah yang lebih baik. Tidak semua rencana dapat berjalan mulus, karena kemampuan kita dalam menjalankan rencana tidak cuma tergantung dari keinginan kita sendiri. Kegagalan merupakan bagian yang kadang harus kita lewati untuk sampai pada apa yang disebut dengan keberhasilan. Jatuh bangun, kalau bisa lebih banyak bangunnya, pasti terjadi dalam dinamika keseharian kita. Berfikirlah positif atas ketidakajegan yang kita temui. Evaluasi saja setiap ketidakmajuan yang kita alami, pasti ada akar penyebabnya.
Minggu, 29 April 2012
Salah Kaprah ttg Tunjangan Profesi
Dalam kesempatan bertemu dengan beberapa teman lama yang berprofesi sebagai dosen dan guru, mereka berbagi keceriaan tentang tunjangan profesi yang mereka peroleh. Si dosen yang guru besar lebih heboh lagi, karena dia mendapatkan tunjangan kehormatan, dua kali gaji pokok, dan ditambah tunjangan profesi. Setelah ngobrol dan berbagi pengalaman, saya miris mendengar pandangan mereka tentang apa yang mereka capai. Mereka cenderung melihat apa yang diperoleh adalah sebuah financial achievement, bukannya professional achievement.
Rabu, 18 April 2012
Pengagum prestasi orang atau Pembuat prestasi sendiri ?
Sering kita mendengar decak kagum seseorang terhadap keberhasilan atau kesuksesan seseorang dalam hal tertentu dalam kehidupan sehari-hari kita. Kekaguman terhadap prestasi seseorang kadang membuat orang larut membahasnya, sampai ke hal-hal yang sangat rinci. Bahkan hal yang rinci tersebut sudah tidak ada kaitannya lagi terhadap prestasi yang dibuat seseorang tersebut, tetapi jauh memasuki hal-hal yang bersifat pribadi, baik kebiasaan, asal usul, selera atau apa saja yang berkaitan dengan pembuat prestasi tersebut. Situasi mengagumi secara berlebihan terhadap sesuatu kadang berpotensi menurunkan kinerja kita sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)