Translate

Rabu, 30 Juli 2014

Mari Terus Berbagi


Kebiasaan  “memberi “ memang merupakan kenikmatan tersendiri, apalagi kalau yang diberikan merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan orang lain. Apalagi kalau orang yang diberi bisa memanfaatkan pemberian tersebut untuk memperbaiki dirinya untuk menjadi lebih baik. Memberi sesuatu kepada orang lain tidak harus dalam bentuk uang atau barang. Memang memberi orang lain dalam bentuk uang akan membuat orang lain dapat mempergunakannya dengan baik sesuai dengan kebutuhannya.    Orang yang sudah ‘candu’ memberi akan senantiasa berusaha untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dalam bentuk apapun, bisa saja uang, barang, informasi, nasihat, atau bantuan-bantuan lain yang sangat kecil sekalipun.

Selasa, 22 Juli 2014

I am the master of my fate, and I am the captain of my soul


Tulisan pragmentatif ini bukan merupakan keluhan, tetapi  lebih tepat merupakan  ekspresi  diri yang mungkin dapat bermanfaat bagi pembaca.  Persis enam bulan yang lalu, saya secara resmi diundang ke suatu jamuan makan malam yang bergengsi, yang hanya dilakukan dalam siklus empat atau lima tahun. Sungguh merupakan kehormatan untuk bisa duduk satu meja dengan tuan rumah. Sayapun begitu yakin pasti ada alasan yang begitu kuat dari tuan rumah untuk mengundangku. Begitu banyak orang menanti dan berusaha untuk masuk ke dalam daftar yang diundang, meskipun semua orang tahu kalau pembicaraan dalam jamuan tersebut sangat membutuhkan pengalaman dan pengetahuan. Jelas merupakan kecanggungan yang luar biasa jika tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas kalau ingin menikmati suasana jamuan tersebut. Saat menerima undangan, saya sudah memberi tahu tuan rumah bahwa kira-kira lima belas menit jamuan dimulai, saya harus permisi meninggalkan jamuan sesaat untuk melakukan panggilan yang sudah terjadwal lama, paling lama sepuluh menit. Tuan rumah memaklumi dan mengatakan tidak ada masalah, karena hanya sebentar. Singkat kata, undangan tersebut saya terima karena menghargai tuan rumah, dan saya merasa sangat berpengalaman dan berpengetahuan tentang topik yang akan dibicarakan di meja makan tersebut.

Senin, 14 Juli 2014

Tanggungjawab Pribadi dalam Kebersamaan


Pada akhirnya, setiap orang memang harus menyelesaikan semua urusannya sendiri.  Setiap orang merupakan orang yang paling bertanggungjawab terhadap nasib, warna, arah, perasaan, dan kinerja dirinya sendiri.  Kebersamaan hanya hadir saat semua kepentingan masing-masing berbaur dalam keseketikaan yang sangat merupakan fungsi ruang dan waktu. Di luar kedua dimensi tersebut, semuanya menjadi tanggungjawab masing-masing individu. Terlalu berharap banyak kepada semangat kebersamaan hanya akan melahirkan kekecewaan, apalagi kalau posisi dalam kebersamaan yang ada bukanlah posisi yang mampu mengarahkan dan mewarnai kebersamaan itu.