Translate

Senin, 30 Juni 2014

Peaceful Rice Paddy

This pictures speaks thousands of words. You might have your own comments and perspectives.  Farmers, students, professors, developers, journalists, and others will  have respective ideas and imagination after seeing this picture.

Seven Rules of Life

Here are seven rules of life I accidentally noted from friend of mine's status in facebook.
1. Make peace with your past, so it won't screw up the present
2. What others think of you is none of your business
3. Time heals almost everything, give it to time
4. Don't compare your life to others and don't judge them. You have no idea what their journey is all about.
5. Stop thinking too much. It's alright not to know the answers. They will come to you when you least expect it.
6. No one is in charge of your happiness, except you.
7. Smile. You don't know all the problems in the world.

Minggu, 22 Juni 2014

Beda Tahu dan Kenal


Kalian datang mengatakan “sebaiknya kau tak usah pergi, tak usah kau ambil tanggungjawab itu”. Karena menurut kalian, keputusanku salah secara hukum dan tak pantas. Kalian tak pernah menanyakan mengapa tanggungjawab itu harus diambil. Kalian menyusun ‘saran’ atas asumsi yang kalian bangun sendiri, bukan atas alasan yang kumiliki.  Teman yang baik akan menanyakan alasan mengapa keputusan temannya, bukan datang dengan larangan-larangan dan logika-logika picik untuk sekedar berejakulasi sesaat atau untuk kepentingan subjektif lainnya.  I just reliazed that you people don't particularly know me. Maaf, seperti halnya kalian, ternyata akupun hanya mengetahui kalian, tapi tak pernah mengenal kalian lebih dekat.

Sabtu, 14 Juni 2014

Belajar dari Mimpi


Aku tersentak dan kulihat hanya ada satu orang penumpang lain yang ada di sekitar. Dalah hati bertanya, apa yang telah terjadi dan kemana para penumpang lainnya. Pesawat terasa terbang merendah  dengan kecepatan yang konstan. Pintu pesawat sudah terbuka, terlihat udara begitu cerah. Aku melihat ada satu parasut yang tersisa, tetapi malah diambil oleh penumpang tersebut. sambil melihat parasut di tangannya, aku berfikir apa aku memang mampu menggunakannya, karena jujur saja aku tak tahu bagian mana yang mestinya ditarik agar parasut dapat berkembang. Aku juga tidak tahu berapa lama setelah melompat parasut boleh dikembangkan.  aku sebenarnya bisa menendang orang tersebut keluar dan merebut parasut tersebut. Tapi aku pkir biarlah, karena aku memang tidak tahu bagaimana mengoperasikannya. Aku putuskan untuk melihat keluar melalui pintu yang telah terbuka. Sambil memgang dinding bagian dalam pesawat di dekat pintu, kakiku kujuntai keluar.  Aku yakin bahwa pasti ada waktu yang tepat pada ketinggian yang pas dimana aku akan mampu melompat untuk menyelamatkan diri keluar dari pesawat yang akan jatuh ini. Benar saja, tiba-tiba aku sudah melompat dan mendarat di tanah nyaris tanpa ada hentakan sedikitpun, dan bahkan aku masih dapat melihat pesawat tersebut terus terbang dalam kerendahan. Orang-orang yang menemuiku bertanya apa yang terjadi. Aku bahkan tak dapat menceritakan apakah masih ada pilot di dalam pesawat tersebut. Aku juga tidak tahu bagaimana nasib penumpang lainnya yang telah melompat lebih dahulu dan tega membiarkan aku tertidur. Juga nasib para awak pesawat yang semestinya membangunkanku untuk memberitahu bahwa pesawat dalam keadaan bahaya.  Bahkan sampai terbangun dari tidurkupun, akau tetap tidak mampu mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam mimpiku tadi. 

Ternyata dalam mimpipun, ketenangan menghadapi tekanan, kejujuran pada ketidakmampuan diri sendiri, keikhlasan membiarkan orang lain mengambil sesuatu yang menurutnya lebih cocok untukdirinya, dan keyakinan bahwa kita dapat melakukan sesuatu dengan baik ternyata berbuah kebaikan untuk diri sendiri. Saya sangat yakin dalam kehidupan sehari-hari, ke-empat hal tersebut merupakan elemen yang sangat diperlukan untuk mampu merasakan apa yang disebutkan kebahagiaan.