Impact Five Limited

Translate

Sabtu, 14 Juni 2014

Belajar dari Mimpi


Aku tersentak dan kulihat hanya ada satu orang penumpang lain yang ada di sekitar. Dalah hati bertanya, apa yang telah terjadi dan kemana para penumpang lainnya. Pesawat terasa terbang merendah  dengan kecepatan yang konstan. Pintu pesawat sudah terbuka, terlihat udara begitu cerah. Aku melihat ada satu parasut yang tersisa, tetapi malah diambil oleh penumpang tersebut. sambil melihat parasut di tangannya, aku berfikir apa aku memang mampu menggunakannya, karena jujur saja aku tak tahu bagian mana yang mestinya ditarik agar parasut dapat berkembang. Aku juga tidak tahu berapa lama setelah melompat parasut boleh dikembangkan.  aku sebenarnya bisa menendang orang tersebut keluar dan merebut parasut tersebut. Tapi aku pkir biarlah, karena aku memang tidak tahu bagaimana mengoperasikannya. Aku putuskan untuk melihat keluar melalui pintu yang telah terbuka. Sambil memgang dinding bagian dalam pesawat di dekat pintu, kakiku kujuntai keluar.  Aku yakin bahwa pasti ada waktu yang tepat pada ketinggian yang pas dimana aku akan mampu melompat untuk menyelamatkan diri keluar dari pesawat yang akan jatuh ini. Benar saja, tiba-tiba aku sudah melompat dan mendarat di tanah nyaris tanpa ada hentakan sedikitpun, dan bahkan aku masih dapat melihat pesawat tersebut terus terbang dalam kerendahan. Orang-orang yang menemuiku bertanya apa yang terjadi. Aku bahkan tak dapat menceritakan apakah masih ada pilot di dalam pesawat tersebut. Aku juga tidak tahu bagaimana nasib penumpang lainnya yang telah melompat lebih dahulu dan tega membiarkan aku tertidur. Juga nasib para awak pesawat yang semestinya membangunkanku untuk memberitahu bahwa pesawat dalam keadaan bahaya.  Bahkan sampai terbangun dari tidurkupun, akau tetap tidak mampu mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam mimpiku tadi. 

Ternyata dalam mimpipun, ketenangan menghadapi tekanan, kejujuran pada ketidakmampuan diri sendiri, keikhlasan membiarkan orang lain mengambil sesuatu yang menurutnya lebih cocok untukdirinya, dan keyakinan bahwa kita dapat melakukan sesuatu dengan baik ternyata berbuah kebaikan untuk diri sendiri. Saya sangat yakin dalam kehidupan sehari-hari, ke-empat hal tersebut merupakan elemen yang sangat diperlukan untuk mampu merasakan apa yang disebutkan kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MoreNiche LTD