Translate

Selasa, 28 Mei 2013

Tackling adalah keputusan


Menendang kaki lawan adalah pilihan yang harus dilakukan oleh seorang pesepakbola untuk merebut bola yang sedang berada lebih dekat dengan kaki lawan tersebut. Kejadian seperti itu, men-tackle keras,  tidak terjadi tanpa kesadaran penuh dari pelakunya.  Demikian juga dalam keseharian kita. Setiap orang pasti punya kesempatan untuk ‘men-tackle’ gerakan orang lain. Tetapi tidak semua orang melakukannya. Keputusan untuk ‘men-tackle’ atau tidak adalah tindakan sadar, meskipun dapat tampak seolah-oleh tidak sengaja di mata orang lain. Keputusan itu juga merupakan cermin integritas terhadap prinsip-prinsip kebenaran, kebaikan, dan tentu saja keindahan.  Apapun keputusan yang diambil akan senantiasa membekas dalam pikiran seseorang, meskipun tak semua orang mengetahuinya. Sangat mungkin dengan keputusan untuk ‘men-tackle’  gerakan orang lain (yang dapat saja tidak diketahui orang lain) akan membuahkan gol (jika itu sebuah permainan sepakbola) dan bahkan memenangkan pertandingan, tetapi motif, metode dan keputusan yang diambil akan meninggalkan derita batin bagi pelakunya dan kesan yang jelek bagi penontonnya.  Derita batin dan kesan jelek tersebut tidak akan pernah hilang sepanjang  kehidupan ini ada. Jadi, semuanya kembali kepada kita, apakah akan bertindak dengan baik, benar dan indah, atau akan bertindak sebaliknya dalam menyikapi gerakan orang lain di sekitar kita.   

Minggu, 19 Mei 2013

5 (lima) Alasan Untuk Menjadi Seorang Entrepreneur


Menjadi seorang wirausahawan (job creator) memang tidak mudah, tetapi sering keadaan yang membuat seseorang harus menjadi seorang wirausahawan, termasuk para lulusan perguruan tinggi. Ada beberapa alasan yang mendorong orang untuk harus menjadi seorang wirausahawan.  Alasan pertama adalah terbatasnya lapangan atau lowongan kerja. Semua orang tahu kalau pemberi kerja lebih suka member kesempatan kepada orang-orang yang sudah memiliki pengalaman, minimal satu tahun dalam bidangnya. Seorang fresh graduate dari perguruan tinggi tentu saja sudah tidak dapat mengikuti seleksi, kecuali selama kuliah yang bersangkutan sudah pernah mengikuti kegiatan magang. Disamping itu juga, biasanya pengisian lapangan kerja di sektor swasta lebih banyak sudah terisi lewat rekomendasi pribadi seorang professional yang mampu memberi jaminan tentang kemampuan seseorang.  Kadang juga lowongan sudah tersisi lewat hubungan personal dan sosial lainnya, yang didasarkan pada kepercayaan yang berlandaskan profesionalisme. Lowongan di instansi pemerintah, selain memang terbatas jumlahnya, sering tidak dilakukan atas dasar kompentensi pencari kerja. 

Rabu, 15 Mei 2013

Untung Masih Ada Guru


Sungguh beruntung tinggal di samping sekolah dasar. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, apa lagi kalau ada upacara bendera atau kegiatan taffakur, dapat mendengarkan teriakan-teriakan guru untuk memastikan siswa-siswanya melakukan sesuatu dengan benar. Membayangkan tanggungjawab guru-guru sekolah dasar, rasanya sungguh tak adil betapa banyak guru-guru yang dipermainkan, yang dijadikan objek kepentingan sesaat oleh pihak lain. Untung masih ada guru-guru sekolah dasar yang mau datang pagi-pagi meninggalkan anak-anaknya sendiri untuk menemui anak orang lain di sekolah. Untung masih ada guru-guru yang mau menyalami murid-muridnya dengan tulus, menatap matanya dan menanyakan apa kabar. Untung masih ada guru yang mau menuntun siswa-siswanya yang kadang bau (bau keringat, kadang bahkan mulut bau petai dan jengkol). Untung masih ada guru yang menolak untuk dipaksakan membantu siswanya dalam ujian nasional. Untung masih ada guru yang tidak menghabiskan tunjangan profesinya untuk kredit mobil, tapi beli buku dan bahan ngajar. Untung masih ada guru yang mau menjalankan profesinya dengan tulus dan bertanggungjawab, bukannya menjalankan tugas demi status pekerjaan atau karena ikut suami atau ikut istri. Untung masih ada guru yang mau mengembangkan bahan ajarnya dan mengembangkan dirinya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan siswanya dan menolak jadi perpanjangan tangan penerbit. Untung masih ada guru yang mau memahami kekurangan pahaman pemenrintah kota/kabupaten dalam menrencanakan usulan pembayaran tunjangan, sehingga setiap tahunnya banyak guru tak pernah menerima tunjangan secara penuh dua belas bulan.  Untung masih ada guru yang berusaha memahami bahwa desentralisasi pendidikan justru membuat mereka tidak dapat berdedikasi dengan baik, tetapi terus bekerja dengan penuh tanggungjawab dan berusaha melalaikan terlalu banyak intrik-intrik politik lokal yang picik. Masih banyak lagi sisi positif yang dilakukan guru dengan segala keterbatasannya dan kekurangannya. Kalau mau melihat kekurangannya, pastilah ada kekurangan tersebut.  Dengan melihat sisi positifnya, sisi negatif tersebut akan berkurang.  

Senin, 13 Mei 2013

Mau sukses? Anda harus tega pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar

Salah satu kunci sukses dalam hidup adalah berani berbuat tega. Tega terhadap diri sendiri dengan membiarkan diri sedikit 'menderita' mengatasi cobaan, menghabiskan waktu dan menggunakan tenaga, pikiran dan bahkan sedikit modal agar tujuan langkah selanjutnya dapat tercapai. Seseorang harus mampu melewati berbagai perasaan yang dapat melemahkan diri sendiri, dapat saja perasaan rindu akan sesuatu, melakukan sesuatu yang sama secara berulang kali, mengurangi waktu untuk rileks, dan bahkan harus mampu membiarkan diri sendiri berada dalam kondisi tertekan. No pain, no gain !. Demikian kata orang bijak dan orang-orang yang sudah lebih awal merasakan kesuksesan dalam berkarir, dalam berbisnis, dan sukses dalam hidup.  Jika sudah berhasil, beri diri sendiri 'reward' agar dapat lebih menghargai capaian yang telah dilakukan. Reward untuk diri tidak harus dilakukan dengan mengadakan pesta, tetapi cukup dengan hal-hal kecil tetapi mampu memberi ruang dan waktu kepada diri sendiri untuk berada dalam suasana rileks. Beli makanan favorit, misalnya. atau dapat juga dilakukan dengan melakukan olah raga favorit, atau clubbing dengan teman-teman dekat. atau bahkan, habiskan waktu bersama keluarga dan melakukan aktivitas bersama.

Rabu, 08 Mei 2013

Ciri (lain) Pecundang : Fokus pada kekurangan orang lain

Seseorang hampir pasti akan jadi pecundang jika selalu fokus pada hal-hal yang negatif yang terjadi di sekitarnya. Ia akan tega membiarkan dirinya larut dalam kekurangan orang lain tentunya, dan lupa pada kekurangan diri sendiri. Seorang pecundang akan menggunakan kaca mata negatif dan menolak kelebihan yang dimiliki orang lain. Seorang pecundang akan menutup hatinya untuk melihat kelebihan dan kebaikan orang lain.
Sungguh malang nasib seseorang yang hanya mampu melihat sesuatu selalu dari sisi kekurangan dan tak mampu berpaling untuk melihat sisi positif dari apa yang terjadi di sekitarnya.  Sungguh tersiksa bagi seseorang yang tidak mampu melihat sisi positif dari apa yang terjadi di sekitarnya. Hampir dipastikan, seseorang yang senantiasa melihat sesuatu dari sisi negatif dan kekurangan orang lain, tetapi gagal melihat kekurangan diri sendiri akan selalu gelisah, bawaannya negatif, ekspresinya negatif, susah tersenyum, tidak mampu menghibur diri apa lagi orang lain, dan selalu kelihatan kusut.  Akibatnya pasti dijauhi orang dan dihindari banyak orang. Kedatangannya hanya membuat orang lain merasa tidak nyaman, membuat orang merasa terintimidasi, dan membuat orang cenderung untuk menghindarinya. Senantiasa berfikiran negatif hanya akan membuat seseorang menjadi soliter, dijauhi orang lain, yang paada akhirnya mengurangi silaturrahim, tentunya mengurangi rejeki.