Translate

Selasa, 27 Desember 2011

Swasembada beras? Nggak mungkin !

Konsumsi beras rata-rata orang Indonesia masih berkisar antara 135 - 140 kg per kapita per tahun (Kompas, 27/12/11). Tidak banyak berubah dibanding 15 tahun yang lalu (134 kg/kapita/tahun). Bayangkan jumlah beras yang harus disediakan setiap tahun untuk memberi makan 220 juta manusia Indonesia !. Swasembada memang tidak mungkin.  Apapun teknologi yang digunakan, kalau kebijakan kita terhadap pembangunan pertanian masih seperti sekarang ini.  Lihat saja berapa kecilnya subsidi pemerintah terhadap pupuk dan sarana produksi lainnya. Kalaupun ada, sering kita dengar disalahgunakan oleh pihak-pihak yang lebih kuat dari petani. 

Jumat, 23 Desember 2011

Jangan lari dari masalah

Dapat hambatan dalam pekerjaan ? Sementara pekerjaan itu bagian dari tanggungjawab atau bagian dari kontrak kerja anda.   Tenang saja, anda sebenarnya dalam proses untuk mendapat 'sesuatu'. Mendapatkan cara menghadapai situasi yang tidak anda sukai. Semua orang menjadi lebih maju, menjadi lebih profesional, karena ada tantangan, karena ada yang 'melatih' untuk menghadapi situasi yang keluar dari kebiasaan sehari-hari. Melarikan diri dari masalah hanya akan menimbulkan persoalan baru, hanya akan menurunkan produktivitas diri sendiri dan perusahaan. Hadapi masalah dengan bijak.

Rabu, 21 Desember 2011

Pulau Garam Indonesia

zie, 2011
Tinggal kenangan! Indonesia ternyata memang dikenal sebagai penghasil garam, mungkin dulu pengekspor.  Buktinya di kawasan Jarwal, Mekkah ada toko yang bernama Pulau Garam Indonesia. Kebetulan foto diambil saat toko ini tutup, sehingga sangan cocok dengan realita bahwa saat ini Indonesia adalah salah satu negara pengimpor garam.  Mudah-mudahan pemiliknya tidak tahu fakta ini. Kalau tahu, jangan-jangan si pemilik akan ubah nama toko tersebut.

Sabtu, 17 Desember 2011

Tekad Baru? Nggak mesti nunggu tahun baru

Ketika pergantian tahun, banyak orang yang berdo'a dan berharap agar di tahun mendatang dapat memiliki sesuatu yang lebih, apakah omset penjualan, pelanggan, rezeki, kesehatan, dan bahkan iman, atau apa saja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.   Banyak juga orang yang membuat tekad baru ketika memulai tahun baru agar dapat lebih produktif, agar lebih sehat, agar lebih populer, atau memang bertekad untuk memulai sesuatu yang baru. 

Resiko jadi facebooker

Seorang teman berkeluh kesah tentang prilaku facebookers di komunitas sosial yang diikutinya. Ia merasa media tersebut justru menjadi tempat kebanyakan anggotanya menunjukkan kebodohan mereka, menunjukkan kemalasan dan kelambanan mereka, menunjukkan ego dan kepicikan mereka. Tulisan, posting dan komentar yang muncul cenderung provokatif, spekulatif dan kadang cuma komentar yang membabi buta.  Menurut teman tersebut, ia justru lebih menghargai sebuah komentar yang sifatnya meng-update status atau sekedar berbagi keceriaan dan kegembiraan.  Tentu saja teman tersebut sangat menghargai tulisan atau posting yang informasinya bermanfaat untuk peningkatan produktivitas kerja dan kehidupan, atau informasi yang bikin tambah pinter dan tambah pengetahuan.  Rupanya teman satu ini gerah dan pusing aja melihat lebih banyak orang yang berfikiran negatif daripada berfikiran positif.

Kamis, 15 Desember 2011

Sopan, tapi jangan bikin nggak nyaman

Setiap orang pasti pernah dihadapkan pada situasi dimana harus berbasa basi dengan menawarkan sesuatu kepada orang lain (apakah dalam bentuk barang atau jasa) hanya untuk menjaga kesopanan dalam berinteraksi dalam pergaulan. Jika memang hal itu yang akan anda pilih, pastikan bahwa apa yang anda tawarkan tidak mempunyai resiko untuk membuat anda (bahkan pasangan dan keluarga) merasa tidak nyaman atau terkorbankan Misalkan, berbasa-basi untuk memberi tumpangan kepada teman lain dalam perjalanan keluarga. Dapat anda bayangkan kalau tiba-tiba tawaran anada dianggukkan teman tadi. Lalu sepanjang perjalanan anda harus berbagi perhatian? anak dan pasangan anda menjadi 'tidak lepas' dalam menikmati perjalanan tersebut. Pasti masih banyak contoh situasi lain dimana kita harus hati-hati dalam berbasa-basi hanya untuk menjaga tingkat kesopanan yang kita miliki.  

Senin, 12 Desember 2011

Computer literacy is a ticket out of poverty

by Club Asteria


Both in the United States and abroad, in economically mature countries and poor or “emerging” nations, there’s one constant you can count on: Computer literacy helps to lift people out of poverty. The Internet economy has broken down barriers and borders, for the first time making it realistic for somebody in rural Thailand, in Kolkata India, or even in sub-Saharan Africa to begin the path towards self-sufficiency. Because of the available technology, it’s possible for the first time to realistically work at home in your own cottage industry, and more people are doing that every day. It’s no longer a pipe dream—it’s realistic, and the technology is here to make it happen.

Minggu, 11 Desember 2011

Why a Laptop is a Student’s Need

 

When you look at teenagers today, you look at technology. And, not only teenagers, it is the youngsters in general. A lot of times, you find the latest gadgets in their hands. At other times, you find them searching for spare parts, such as iPhone parts or Macbook parts, for their devices.  Technology and youth are closely bonded. Moreover, it is not just the peer pressure or being luxurious, different technical devices have become a necessity for youngsters, especially the students. One example of this is a laptop.

Sabtu, 10 Desember 2011

Impor ikan? Sungguh Keterlaluan

Impor ikan? mungkin kita semakin sulit percaya dengan realita ekonomi bangsa kita. Kalau kita mengimpor kentang, jagung, kedelai dan bawang putih mungkin masih dapat kita terima. Bahkan impor beraspun dapat dipahami. Karena secara agronomis memang tanaman-tanaman tersebut berproduksi jauh lebih baik di negara-negara yang memiliki panjang hari yang lebih dibanding Indonesia.  Tapi, impor ikan? Sungguh keterlaluan dan memalukan. Bayangkan kita merupakan salah satu dari negara maritim terbesar di dunia, tapi realitanya kita mengimpor ikan. Jangan-jangan ikan yang diimpor tersebut justru ikan yang berasal dari perairan kita sendiri.  Aneh binti ajaib rasanya, tapi itulah realitasnya.  Sebenarnya keanehan tersebut sudah cukup ketika kita ternyata juga mengimpor kebutuhan garam untuk masyarakat.  Tidak heran kalau masyarakat nelayan kita merupakan kelompok yang paling miskin secara ekonomis dalam masyarakat Indonesia.

Rabu, 07 Desember 2011

Pemanfaatan Tanaman Transgenik versus Kerusakan lingkungan

Kompas (2 Desember 2011) memberitakan bahwa pada tahun 2011 ini Komisi Keamanan Hayati  merekomendasikan dua jenis kedelai dan enam jenis jagung sebagai tanaman 'aman pangan'.  Tanaman yang  direkomendasikan tersebut merupakan hasil rekayasa genetik (Genetic Modified Organism) dan diusulkan oleh perusahaan asing, dengan beberapa sifat unggul termasuk tahan herbisida dan tahan hama.  

Jumat, 02 Desember 2011

Wajah Koruptor

Tulisan pendek ini bukan untuk para Koruptor, tetapi untuk orang-orang yang sudah muak melihat koruptor di negeri ini. Indonesia menduduki peringkat 100 terkorup dari 188 negara di dunia ini (Republika, 2 Desember 2011). Tulisan ini mengajak anda semua untuk membayangkan wajah picik, wajah rakus, wajah tak berprikemanusiaan, wajah penuh tipu muslihat, wajah munafik, wajah sok alim, wajah pinter nyiasat aturan, wajah menganggap remeh hukum dan orang lain dan berbagai wajah lain dari sang koruptor. Bagaimana perasaan anda melihatnya wajah-wajah tersebut? Jijik? Sebel? Muak? Kesal? Gemes untuk ditonjok? Kasihan? Mungkin anda punya sejuta perasaan ketika melihat mereka di koran, di televisi, atau ketemu langsung secara nggak sengaja? Bagaimana perasaan anda ketika melihat wajah pasangan dan wajah anak-anak para koruptor? Mungkin Jijik? Sebel? Muak? Kesal? Gemes untuk ditonjok? Kasihan? atau ada perasaan lain yang muncul.